Redaksi Pewarta.co.id
Senin, Januari 05, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Manchester United Resmi Pecat Ruben Amorim, Konflik Internal Jadi Pemicu |
PEWARTA.CO.ID — Manchester United akhirnya mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak Ruben Amorim dari kursi pelatih kepala.
Keputusan tersebut diambil menyusul memanasnya situasi internal di tubuh klub berjuluk Setan Merah, yang dinilai sudah sulit diperbaiki.
Kabar pemecatan Amorim pertama kali mencuat ke publik melalui laporan jurnalis ternama Inggris, David Ornstein.
Melalui akun media sosial X miliknya, Ornstein mengungkapkan bahwa relasi buruk antara Amorim dan manajemen klub menjadi faktor utama berakhirnya kerja sama tersebut.
“Manchester United memecat Ruben Amorim sebagai pelatih kepala,” cuit Ornstein, di akun X @David_Ornstein, Senin (5/1/2026).
Ia menambahkan bahwa pelatih berusia 40 tahun itu telah menerima keputusan tersebut dan langsung meninggalkan klub setelah menjalani masa kepelatihan selama 14 bulan yang diwarnai ketegangan internal.
“Pria berusia 40 tahun itu sudah diberi tahu soal keputusan ini dan langsung pergi meninggalkan klub setelah 14 bulan (menangani klub) yang diikuti dengan buruknya relasi (di internal),” imbuhnya.
Tak berselang lama, Manchester United mengonfirmasi kabar tersebut melalui pernyataan resmi di situs klub. Dalam pengumuman itu, pihak klub menyatakan bahwa Amorim telah resmi berpisah dengan tim yang bermarkas di Stadion Old Trafford.
Sindiran ke manajemen jadi awal keretakan
Sinyal keretakan hubungan antara Amorim dan manajemen sebenarnya sudah terlihat sebelumnya. Usai laga imbang 1-1 kontra Leeds United pada pekan lanjutan Liga Inggris 2025–2026, Minggu (4/1) malam WIB, Amorim sempat melontarkan pernyataan yang dianggap menyentil pihak klub.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan keinginannya untuk berperan sebagai manajer penuh, bukan hanya sekadar pelatih kepala. Ucapan tersebut ditafsirkan sebagai bentuk kekecewaan karena minimnya dukungan dari jajaran direksi.
Disebutkan, Amorim hanya mendapatkan sokongan dari CEO Manchester United, Omar Berrada, serta pemilik saham minoritas Sir Jim Ratcliffe. Sementara itu, hubungan dengan figur penting lain di manajemen justru memburuk.
Beda pandangan dengan Jason Wilcox
Sumber internal menyebutkan bahwa Amorim terlibat konflik serius dengan Direktur Sepak Bola Manchester United, Jason Wilcox. Salah satu pemicunya adalah perbedaan pandangan terkait kebijakan transfer pemain.
Amorim dikabarkan meminta klub mendatangkan amunisi baru pada bursa transfer musim dingin 2026. Namun, permintaan tersebut tidak mendapat lampu hijau dari Wilcox. Bahkan, Wilcox disebut-sebut sejak awal tidak sepakat dengan penunjukan Amorim sebagai pelatih pada Oktober 2025.
Perbedaan visi dan seringnya adu argumen antara keduanya akhirnya membuat manajemen mengambil keputusan ekstrem dengan mengakhiri masa tugas Amorim lebih cepat dari rencana awal.
Darren Fletcher ditunjuk sebagai pelatih interim
Pasca kepergian Amorim, Manchester United bergerak cepat menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim.
Mantan gelandang timnas Skotlandia itu kini mendapat tugas berat untuk menstabilkan performa tim di tengah situasi yang belum sepenuhnya kondusif.
Publik Old Trafford pun menanti, apakah Fletcher mampu membawa perubahan positif dan meredam gejolak internal yang belakangan membayangi perjalanan Manchester United di musim ini.



















































