Redaksi Pewarta.co.id
Kamis, April 23, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Matahari Department Store Resmi Ganti Nama Jadi MDS Retailing |
PEWARTA.CO.ID — PT Matahari Department Store Tbk resmi mengubah nama perseroan menjadi PT MDS Retailing Tbk. Keputusan ini ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung pada 15 April 2026.
Langkah tersebut menjadi tonggak baru dalam perjalanan perusahaan ritel yang selama ini dikenal luas sebagai salah satu operator department store terbesar di Indonesia.
Persetujuan pemegang saham mayoritas
Perubahan nama perusahaan mendapat dukungan kuat dari para pemegang saham. Dalam RUPSLB tersebut, sebanyak 1.588.241.118 saham atau setara 93,181% dari total 1.704.467.856 saham yang hadir menyetujui usulan tersebut.
Seiring dengan keputusan itu, perusahaan juga melakukan penyesuaian pada Anggaran Dasar, khususnya Pasal 1 ayat (1) yang mengatur tentang nama perseroan.
Kinerja keuangan mengalami penurunan
Berdasarkan laporan keuangan hingga akhir Desember 2025, kinerja perusahaan tercatat mengalami penurunan. Pendapatan bersih mencapai Rp5,78 triliun, turun 9,6% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp6,39 triliun.
Sementara itu, laba bersih juga mengalami kontraksi sebesar 12,4% secara tahunan menjadi Rp725,4 miliar, dari sebelumnya Rp827,7 miliar.
Alasan matahari ganti nama jadi MDS retailing
Pergantian nama ini bukan sekadar perubahan identitas, tetapi mencerminkan langkah strategis perusahaan dalam melakukan transformasi bisnis di sektor ritel.
1. Strategi transformasi bisnis
Nama baru dinilai mampu memberikan fleksibilitas lebih luas bagi perusahaan untuk mengembangkan berbagai lini usaha ritel. Selama ini, identitas “department store” dinilai terlalu sempit untuk menggambarkan arah bisnis ke depan.
Di tengah perubahan perilaku konsumen, masyarakat kini semakin terbiasa berbelanja melalui platform digital serta format toko yang lebih dinamis.
2. Tidak lagi hanya department store
Penggunaan istilah “Department Store” pada nama lama merepresentasikan model bisnis yang spesifik. Padahal, perusahaan memiliki peluang untuk berekspansi ke berbagai segmen lain seperti specialty retail, sistem omnichannel, hingga kolaborasi dengan berbagai merek baru.
Dengan identitas baru sebagai MDS Retailing, perusahaan memiliki ruang yang lebih luas untuk berinovasi.
3. Peluang ekspansi dan retail modern
Rebranding ini juga membuka peluang ekspansi bisnis yang lebih besar. Perusahaan dapat membangun portofolio usaha baru tanpa terikat pada citra lama.
Di sisi lain, tren ritel modern kini menuntut pengalaman belanja yang cepat, terintegrasi, serta berbasis data pelanggan, sehingga perubahan strategi menjadi kebutuhan.
Apakah brand toko matahari ikut berubah?
Meski nama perusahaan berubah, hal ini tidak otomatis berdampak pada nama gerai yang dikenal masyarakat.
Gerai dengan nama Matahari kemungkinan besar tetap dipertahankan karena memiliki nilai merek yang kuat dan telah melekat di benak konsumen selama puluhan tahun.
Perubahan pada level korporasi biasanya dipisahkan dari strategi brand di tingkat konsumen, sehingga identitas toko tidak selalu ikut diubah.
Sejarah singkat matahari di Indonesia
Perjalanan bisnis Matahari dimulai pada 24 Oktober 1958 saat Hari Darmawan membuka toko pertamanya di Jakarta.
Awalnya, usaha tersebut berupa toko kecil bernama Mickey Mouse yang berlokasi di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Kemudian pada 1968, Hari Darmawan mengakuisisi Toko De Zon yang memiliki arti “Matahari”. Nama tersebut kemudian digunakan sebagai identitas bisnis yang terus berkembang hingga kini.
Pada 1972, Matahari dikenal sebagai pelopor department store modern di Indonesia dan menjadi salah satu pemain utama di industri ritel nasional.
Siapa pemilik matahari saat ini?
Berdasarkan keterbukaan informasi hingga April 2026, Grup Auric menjadi pemegang saham pengendali utama perusahaan melalui entitas Greater Universal Ltd.
Kepemilikan sahamnya mencapai lebih dari 960 juta lembar atau sekitar 52,4%, memberikan pengaruh signifikan terhadap arah kebijakan dan strategi pengembangan bisnis perusahaan ke depan.



















































