Redaksi Pewarta.co.id
Rabu, Maret 11, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Mudik Lebaran 2026, Penumpang Pesawat Diprediksi Tembus 9,03 Orang, Bandara Siaga 24 Jam |
PEWARTA.CO.ID — Pergerakan penumpang pesawat pada periode mudik Lebaran 2026 diperkirakan kembali meningkat. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memproyeksikan jumlah penumpang pesawat selama masa angkutan Lebaran tahun ini mencapai 9,03 juta orang.
Jumlah tersebut diprediksi meningkat sekitar 2 persen dibandingkan periode mudik Lebaran tahun sebelumnya. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa mobilitas masyarakat melalui transportasi udara terus bertumbuh menjelang hari raya Idulfitri.
Selain peningkatan jumlah penumpang, pergerakan penerbangan juga diproyeksikan mengalami kenaikan. Total penerbangan selama periode tersebut diperkirakan mencapai 63.553 penerbangan atau naik sekitar 3,24 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 61.556 penerbangan.
Wakil Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Achmad Syahir menyebut bahwa periode angkutan Lebaran merupakan waktu paling sibuk bagi operasional bandara sepanjang tahun.
"Angkutan lebaran merupakan periode tersibuk di sepanjang tahun. Oleh karena itu, InJourney Airports bersama stakeholders berupaya memastikan ketersediaan kapasitas angkutan udara bagi pemudik dengan menyiagakan bandara untuk beroperasi 24 jam menyesuaikan kebutuhan maskapai penerbangan termasuk mengakomodir penerbangan tambahan (extra flight)," ujarnya dalam konferensi pers di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (11/3/2026).
Lima bandara tersibuk saat mudik Lebaran
Dalam proyeksi yang disampaikan InJourney Airports, beberapa bandara utama diperkirakan akan mengalami lonjakan trafik paling signifikan selama masa angkutan Lebaran 2026.
Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang diperkirakan menjadi bandara dengan jumlah penumpang tertinggi, yakni mencapai sekitar 3,01 juta orang. Sementara itu, Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali diproyeksikan melayani sekitar 1,13 juta penumpang selama periode yang sama.
Selain dua bandara tersebut, terdapat tiga bandara lain yang juga diperkirakan masuk dalam kategori tersibuk pada musim mudik tahun ini. Ketiganya adalah Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, serta Bandara Kualanamu di Deli Serdang.
Kelima bandara tersebut diprediksi menjadi pusat pergerakan utama penumpang dan penerbangan selama periode puncak arus mudik dan arus balik Lebaran.
Posko terpadu disiagakan selama 18 hari
Untuk memastikan operasional bandara tetap berjalan lancar selama musim padat penumpang ini, InJourney Airports akan mengaktifkan Posko Terpadu Monitoring Data di seluruh bandara yang dikelolanya.
Posko tersebut akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026, bertepatan dengan periode angkutan Lebaran.
"Posko diaktifkan selama 18 hari sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan dan memudahkan koordinasi di antara stakeholders bandara. Posko ini akan mengolah data dan laporan untuk menjadi dasar dalam mengambil kebijakan, memastikan kelancaran operasional dan pelayanan bandara, serta kelancaran penerbangan," lanjutnya.
Melalui posko terpadu ini, berbagai pemangku kepentingan di sektor penerbangan dapat melakukan koordinasi secara cepat dan efektif. Data operasional yang terkumpul juga akan menjadi dasar evaluasi dan pengambilan keputusan selama periode puncak mudik.
![]() |
| Prediksi Penumpang Pesawat Terbang Mudik Lebaran 2026. (Dok. Okezone) |
InJourney pastikan 37 bandara siap layani pemudik
Sebagai holding BUMN yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney juga memastikan seluruh jaringan bandara yang dikelolanya siap melayani lonjakan penumpang Lebaran.
Sebanyak 37 bandara yang berada di bawah pengelolaan InJourney Airports akan beroperasi penuh untuk menyambut arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Periode angkutan Lebaran tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Selama rentang waktu tersebut, berbagai persiapan telah dilakukan mulai dari aspek operasional, pelayanan penumpang, hingga koordinasi lintas lembaga.
InJourney menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan transportasi udara yang aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Upaya tersebut juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dalam kampanye keselamatan bertajuk Bersama Raih Kemenangan Jaga Keselamatan.
Trafik penerbangan diprediksi meningkat signifikan
Direktur Utama InJourney Maya Watono menyampaikan bahwa periode libur Lebaran selalu menjadi momentum dengan tingkat pergerakan tertinggi di seluruh lini bisnis perusahaan.
Menurutnya, tren positif mobilitas masyarakat tahun ini terlihat cukup kuat, terutama dari pasar penerbangan domestik yang menjadi fokus utama.
"Kami melihat pergerakan yang sangat positif, khususnya dari pasar domestik yang tahun ini menjadi fokus utama. Harapannya, momentum ini dapat berjalan lancar sekaligus mendorong pertumbuhan kinerja di seluruh ekosistem," tambah Direktur Utama InJourney.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, InJourney optimistis operasional bandara dan penerbangan selama periode mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar sekaligus mendukung mobilitas masyarakat yang ingin merayakan hari raya bersama keluarga di kampung halaman.




















































