Redaksi Pewarta.co.id
Selasa, Januari 06, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Novak Djokovic Resmi Tinggalkan Asosiasi Pemain Tenis yang Ia Dirikan Sendiri |
PEWARTA.CO.ID — Petenis legendaris asal Serbia, Novak Djokovic, secara resmi memilih mundur dari Asosiasi Pemain Tenis Profesional atau Professional Tennis Players Association (PTPA), organisasi yang justru ia dirikan sendiri beberapa tahun lalu.
PTPA pertama kali dibentuk pada 2021 oleh Djokovic bersama petenis Kanada, Vasek Pospisil. Organisasi ini digagas sebagai wadah independen yang menaungi suara para pemain, baik dari sektor ATP maupun WTA, dengan anggota mencapai sekitar 500 petenis papan atas dunia.
Djokovic ambil langkah mengejutkan
Keputusan Djokovic mundur dari PTPA diumumkan langsung melalui media sosial pribadinya. Setelah melalui pertimbangan panjang, ia merasa sudah saatnya mengambil jarak dari organisasi tersebut.
“Setelah pertimbangan yang matang, saya memutuskan untuk mundur sepenuhnya dari PTPA,” kata Djokovic lewat akun media sosial X @DjokerNole, dikutip Selasa (6/1/2026).
Lebih lanjut, petenis yang akrab disapa Nole itu menegaskan bahwa keputusannya bukan tanpa alasan. Ia menyoroti sejumlah persoalan internal yang menurutnya tidak lagi sejalan dengan prinsip pribadi yang ia pegang.
“Keputusan ini diambil berdasarkan keprihatinan yang terjadi atas transparansi, tata kelola, dan suara serta citra saya diwakili (oleh PTPA),” imbuh petenis berusia 38 tahun itu.
Meski demikian, Djokovic tidak menguraikan secara detail konflik atau dinamika internal apa yang melatarbelakangi keputusannya tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga nilai dan integritas yang selama ini ia junjung tinggi.
Tetap bangga pernah mendirikan PTPA
Walau memilih mundur, Djokovic mengaku tetap merasa bangga pernah menjadi bagian penting dalam pendirian PTPA. Ia menilai visi awal yang ia bangun bersama Vasek Pospisil merupakan langkah positif bagi dunia tenis profesional.
“Saya bangga berbagi visi yang sama dengan Vasek saat mendirikan PTPA. Namun, sudah jelas nilai-nilai dan pendekatan-pendekatan saya tidak lagi sejalan dengan arah organisasi saat ini,” papar Djokovic.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perpisahan ini bukan karena penyesalan atas masa lalu, melainkan perbedaan arah dan pendekatan di masa kini.
Fokus pada tenis dan keluarga
Setelah mundur dari asosiasi pemain tenis tersebut, Djokovic memastikan fokus utamanya kini kembali ke lapangan tenis dan kehidupan keluarganya.
Ia menegaskan tetap ingin berkontribusi bagi olahraga yang telah membesarkan namanya, namun dengan cara yang lebih sesuai dengan prinsip pribadinya.
“Saya akan tetap fokus pada tenis, keluarga, dan berkontribusi untuk olahraga ini dengan cara yang mewakili prinsip serta integritas saya,” tandasnya.
Sebagai pemilik 24 gelar Grand Slam—terbanyak sepanjang sejarah tenis—Djokovic memang dikenal bukan hanya karena prestasi, tetapi juga sikapnya yang vokal dalam menyuarakan berbagai isu penting di dunia olahraga. Tak heran jika sosok kelahiran 22 Mei 1987 itu dipandang sebagai legenda tenis sekaligus figur berpengaruh di kancah olahraga global.
Keputusan Novak Djokovic mundur dari PTPA pun diprediksi akan memunculkan diskusi panjang mengenai masa depan organisasi tersebut serta dinamika kekuatan para pemain di dunia tenis profesional.



















































