Redaksi Pewarta.co.id
Sabtu, April 18, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Ilustrasi. Pabrik perakitan sepeda motor. |
PEWARTA.CO.ID — Tren penjualan sepeda motor di Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan positif. Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat total distribusi motor mencapai 6.412.769 unit.
Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 1,25 hingga 1,3 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang berada di level 6.333.310 unit. Peningkatan ini turut memberikan dampak signifikan terhadap sektor pembiayaan kendaraan bermotor.
Kinerja pembiayaan ikut terdongkrak
Seiring membaiknya penjualan sepeda motor, perusahaan pembiayaan juga merasakan efek positif. Salah satunya adalah Federal International Finance (FIF Group), anak usaha dari Astra International.
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2026, FIF Group membukukan laba bersih sebesar Rp4,63 triliun sepanjang tahun buku 2025. Capaian ini tumbuh 4,92 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Tidak hanya laba, penyaluran pembiayaan perusahaan juga meningkat. Sepanjang 2025, total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp49,45 triliun, atau naik 7,64 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kualitas pembiayaan tetap terjaga
Dari sisi risiko, FIF Group mampu menjaga kualitas pembiayaan dengan baik. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing finance (NPF) yang berada di level rendah, yakni 0,20 persen.
Presiden Direktur FIF Group, Indra Gunawan, menilai capaian tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus berkembang.
“Kinerja yang solid ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang bagaimana kami dapat terus hadir dan relevan dalam membantu masyarakat meraih impian mereka,” katanya di Jakarta, dikutip Sabtu (18/4/2026).
Perubahan susunan manajemen
Dalam RUPS Tahunan 2026, terjadi perubahan struktur manajemen di tubuh perusahaan. Indra Gunawan resmi ditunjuk sebagai Presiden Direktur, menggantikan Siswadi.
Sementara itu, Siswadi kini menjabat sebagai Presiden Komisaris, mengambil alih posisi yang sebelumnya dipegang oleh Rudy.
Selain itu, perusahaan juga menunjuk Julius Julianto Kusdinar dan Santi sebagai Direktur. Adapun posisi direktur lainnya masih diisi oleh Setia Budi, Sri Harjati, dan Daniel Hartono yang kembali dipercaya melanjutkan tugasnya.
Kinerja positif industri sepeda motor yang diikuti dengan pertumbuhan pembiayaan ini memperlihatkan bahwa sektor otomotif roda dua masih menjadi salah satu pendorong utama aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia.



















































