Prabowo dan Presiden Pakistan Berencana ke Teheran untuk Redam Eskalasi Konflik Timur Tengah

8 hours ago 8

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Jumat, Maret 06, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Prabowo dan Presiden Pakistan Berencana ke Teheran untuk Redam Eskalasi Konflik Timur Tengah
Prabowo dan Presiden Pakistan Berencana ke Teheran untuk Redam Eskalasi Konflik Timur Tengah

PEWARTA.CO.ID — Langkah Presiden Prabowo Subianto untuk berperan dalam meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah mendapat respons positif dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie.

Jimly menyampaikan dukungannya terhadap upaya Prabowo yang berinisiatif menjadi mediator guna meredam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global.

Ia mengungkapkan bahwa Prabowo tidak bergerak sendirian dalam upaya tersebut. Kepala negara juga disebut akan melakukan langkah diplomasi bersama Presiden Asif Ali Zardari dari Pakistan dengan rencana kunjungan ke Teheran, ibu kota Iran.

“Dan yang saya bersyukur Presiden (Prabowo), Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden. Waduh bagus sekali. Jadi bukan hanya Indonesia, artinya apa yang dipikirkan oleh Presiden Prabowo itu mendapat dukungan dari Perdana Menteri Pakistan,” kata Jimly di Istana Kepresidenan, Kamis (5/3/2026).

Ia kemudian mengoreksi penyebutan jabatan pemimpin Pakistan yang dimaksud.

“Lupa saya Perdana Menteri atau Presiden tadi ya Pakistan? Presiden Pakistan. Nah mereka akan sama-sama pergi ke Teheran,” sambung dia.

Upaya mencegah konflik makin meluas

Jimly menjelaskan, inisiatif Prabowo tersebut bukan semata-mata untuk mempertemukan pihak-pihak yang berseteru dalam meja perundingan formal. Menurutnya, fokus utama dari langkah diplomasi tersebut adalah menekan potensi eskalasi konflik yang semakin meningkat di kawasan Timur Tengah.

Situasi memanas setelah militer Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di wilayah Teluk.

“Jadi, bukan menegosiasi ya, menjadi mediator antara apa dengan bukan hanya dalam pengertian negosiasi atau mediasi Israel dengan Iran, bukan kayak begitu. Ini kan orang (tertingginya) sudah dibunuh ya kan. Ayatollah-nya sudah dibunuh, masa ditawarin damai, bukan dalam konteks itu, tetapi ini untuk mencegah eskalasi," ungkap Jimly.

Menurut Jimly, pendekatan yang dilakukan Prabowo lebih menitikberatkan pada upaya menenangkan situasi dan mencegah konflik berkembang menjadi lebih besar.

Pakistan dukung langkah diplomasi Indonesia

Jimly juga menilai dukungan dari Pakistan menjadi sinyal positif bagi upaya diplomasi yang digagas Indonesia. Dengan adanya dukungan tersebut, langkah untuk meredam ketegangan di kawasan dinilai memiliki kekuatan lebih besar.

"Jadi, bukan hanya Indonesia. Artinya, apa yang dipikirkan oleh Presiden Prabowo itu mendapat dukungan dari Perdana Menteri Pakistan. Nah mereka (rencana) akan sama-sama pergi ke Teheran," ujarnya.

Rencana kunjungan bersama ke Teheran itu diharapkan dapat membuka ruang dialog serta menurunkan tensi konflik yang tengah memanas di kawasan Timur Tengah. Diplomasi ini juga menjadi salah satu upaya Indonesia dalam mendorong stabilitas dan perdamaian di tingkat global.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |