Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Prancis Lagi Dalam Waktu Dekat, Agenda Apa?

7 hours ago 10

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Kamis, April 23, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Prancis Lagi Dalam Waktu Dekat, Agenda Apa?
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). (Dok. KSP)

PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis dalam waktu dekat.

Agenda ini menjadi kelanjutan dari pertemuannya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Selasa (14/4/2026).

Prabowo dijadwalkan kembali kunjungi Prancis

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengonfirmasi rencana kunjungan tersebut. Ia menyebutkan bahwa agenda kenegaraan ini sedang dipersiapkan dan akan segera direalisasikan.

"Rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang akan dilakukan dalam waktu dekat," ucap Sugiono saat konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis (23/4/2026).

Sugiono menjelaskan, hubungan personal yang baik antara Prabowo dan Macron menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kemitraan kedua negara. Kedekatan tersebut dinilai dapat membuka peluang lebih luas dalam memperdalam hubungan bilateral Indonesia dan Prancis.

Ia juga menambahkan bahwa kunjungan ini diharapkan mampu membawa kerja sama kedua negara ke level yang lebih komprehensif dan strategis.

"Ini sedang dibahas sehingga diharapkan saat itu terjadi nanti cakupan kerja sama yang kita lakukan dengan Prancis juga akan menjadi lebih luas dan lebih strategis."

Fokus kerja sama pertahanan hingga teknologi

Dalam kesempatan yang sama, Sugiono memaparkan sejumlah poin penting dari pertemuan sebelumnya antara Prabowo dan Macron. Salah satu fokus utama adalah penguatan hubungan bilateral di berbagai sektor strategis.

"Beberapa poin yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini adalah tentu saja Presiden menyampaikan kepada Presiden Macron, menekankan kembali pentingnya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis," katanya.

Selain itu, kedua pemimpin juga melakukan pembahasan intensif terkait kerja sama di bidang industri pertahanan. Indonesia selama ini diketahui menjalin kerja sama pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Prancis.

"Karena kita ketahui bahwa kita memperoleh ataupun membeli alat-alat pertahanan yang cukup strategis dari Prancis. Ini juga memiliki turunan bahwa kita harus juga bisa meningkatkan penguasaan teknologi terhadap alat-alat tersebut," ucapnya.

Tak hanya sebatas pembelian, Indonesia juga mendorong adanya transfer teknologi sebagai bagian dari kerja sama tersebut. Hal ini bertujuan agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menguasai teknologi yang digunakan.

"Sehingga terjadi apa yang disebut satu kerja sama beyond procurement kita tidak hanya sebatas membeli saja, tetapi juga melakukan transfer teknologi dan penguasaan teknologi dari barang-barang yang kita beli."

Perluasan kerja sama lintas sektor

Lebih lanjut, pembahasan kedua negara juga mencakup berbagai sektor lain yang dinilai strategis di tingkat global. Di antaranya adalah energi, pemanfaatan mineral kritis, pendidikan, hingga ekonomi kreatif.

"Kemudian pembicaraan juga menyangkut tentu saja, karena ini dirasakan di seluruh dunia, mengenai energi, juga pemanfaatan mineral kritis, pendidikan, dan ekonomi kreatif, infrastruktur dan transportasi," tuturnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |