Prabowo Siap Mediasi Konflik AS–Iran, Inisiatif Indonesia Didukung Negara Timur Tengah

12 hours ago 9

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Jumat, Maret 06, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Prabowo Siap Mediasi Konflik AS–Iran, Inisiatif Indonesia Didukung Negara Timur Tengah
Prabowo Siap Mediasi Konflik AS–Iran, Inisiatif Indonesia Didukung Negara Timur Tengah

PEWARTA.CO.ID — Langkah Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil peran sebagai mediator dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran mendapat respons positif dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Dukungan tersebut disampaikan oleh beberapa negara Islam yang menilai inisiatif Indonesia berpotensi membuka jalan menuju dialog damai.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025–2030 Nusron Wahid yang juga menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Ia menjelaskan, Presiden Prabowo berkeinginan untuk membuka jalur komunikasi langsung dengan Iran sebagai langkah awal dalam upaya mediasi konflik yang tengah memanas di kawasan tersebut.

"Sambil melihat keadaan, tadi disampaikan prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan dengan Iran untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri," kata Nusron Wahid usai acara buka puasa Presiden Prabowo bersama para tokoh ulama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.

Dukungan negara Timur Tengah dan negara Islam

Menurut Nusron, gagasan diplomasi yang diinisiasi Presiden Prabowo mendapat sambutan dari sejumlah negara di Timur Tengah serta negara Islam lainnya. Ia menyebut beberapa negara bahkan telah menyatakan dukungan terhadap langkah tersebut.

"Dan kemudian langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu mendapat dukungan dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain, termasuk dari Pakistan dan juga dari UAE (Uni Emirat Arab)," terangnya.

Dukungan tersebut dinilai penting karena konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah memiliki dampak luas terhadap stabilitas regional maupun global. Dengan adanya dukungan dari negara-negara tersebut, peluang untuk membuka dialog damai dinilai semakin terbuka.

Penjelasan diplomasi akan disampaikan Menlu

Meski demikian, Nusron menegaskan bahwa penjelasan lebih rinci mengenai langkah diplomasi yang ditempuh pemerintah akan disampaikan oleh Menteri Luar Negeri. Ia menilai hal itu merupakan ranah langsung Kementerian Luar Negeri.

"Tetapi tentunya ini menjadi wilayahnya Bapak Menteri Luar Negeri yang berhak untuk menjelaskan. Tadi juga dijelaskan upaya Bapak Presiden mendapatkan dukungan dari para pemimpin negara di Timur Tengah lainnya," ujar Nusron.

Pemerintah Indonesia, kata Nusron, tetap mengedepankan pendekatan diplomasi dan dialog untuk meredakan konflik internasional. Prinsip tersebut sejalan dengan posisi Indonesia yang sejak lama aktif dalam mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai.

Komitmen dorong perdamaian kawasan

Nusron juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo bersama sejumlah pemimpin negara di kawasan Arab yang terdampak konflik memiliki komitmen yang sama untuk mendorong perdamaian.

Ia menyebut para pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan negara tersebut berharap konflik tidak terus berlarut-larut dan memperburuk kondisi keamanan di kawasan.

"Intinya, Pak Presiden bersama tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan itu menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut-larut, terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya," katanya.

Situasi konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah dikhawatirkan dapat memicu ketidakstabilan yang lebih luas, termasuk pada sektor ekonomi global, keamanan energi, hingga hubungan diplomatik antarnegara.

Indonesia siap fasilitasi dialog

Sebelumnya, inisiatif Presiden Prabowo untuk berperan sebagai mediator juga telah disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui pernyataan resmi.

Dalam keterangan tersebut, pemerintah Indonesia menegaskan kesiapan untuk memfasilitasi dialog antara pihak-pihak yang sedang berseteru guna menciptakan kembali kondisi keamanan yang stabil.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif. Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," demikian pernyataan tersebut.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |