Prancis Jadi Ancaman Serius di Piala Thomas 2026, Indonesia Diminta Waspada

8 hours ago 8

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Kamis, April 23, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Prancis Jadi Ancaman Serius di Piala Thomas 2026, Indonesia Diminta Waspada
Prancis Jadi Ancaman Serius di Piala Thomas 2026, Indonesia Diminta Waspada

PEWARTA.CO.ID — Menjelang bergulirnya Piala Thomas 2026 yang akan digelar di Horsens, Denmark, pada 24 April hingga 3 Mei, peta persaingan bulu tangkis dunia mulai memanas. Salah satu tim yang mencuri perhatian adalah Prancis, yang kini tampil sebagai penantang serius dan berpotensi mengganggu dominasi negara-negara kuat, termasuk Indonesia.

Setelah delapan tahun lamanya gagal melangkah jauh dan hanya berkutat di fase grup, tim putra Prancis kini menunjukkan perkembangan signifikan. Dengan komposisi pemain yang semakin matang dan performa yang konsisten, mereka datang dengan ambisi besar untuk menembus papan atas turnamen beregu paling bergengsi tersebut.

Kepercayaan diri Prancis semakin meningkat usai keberhasilan mereka meraih gelar European Mens Team Championships 2026 pada Februari lalu. Kemenangan itu sekaligus memutus dominasi panjang Denmark di ajang tersebut dan menjadi sinyal bahwa Prancis kini bukan lagi tim pelengkap.

Kekuatan tunggal jadi andalan utama

Salah satu keunggulan utama Prancis di Piala Thomas 2026 terletak pada sektor tunggal yang memiliki kedalaman luar biasa. Mereka diperkuat oleh Christo Popov yang kini berada di peringkat 4 dunia. Ia menjadi ujung tombak sekaligus tumpuan utama tim.

Tak hanya itu, Prancis juga memiliki Alex Lanier yang menempati peringkat 10 dunia, serta Toma Junior Popov di posisi 17 dunia. Kombinasi tiga pemain papan atas ini membuat lini tunggal Prancis menjadi salah satu yang paling solid dan merata dibanding tim lainnya.

Di sektor ganda, kekuatan Prancis juga tak bisa dipandang sebelah mata. Pasangan bersaudara Popov mulai menunjukkan perkembangan pesat dan kini berada di peringkat 22 dunia. Selain itu, duet Eloi Adam dan Leo Rossi yang menempati peringkat 41 dunia turut menjadi opsi tambahan yang bisa diandalkan.

Kedalaman skuad ini memberikan fleksibilitas strategi bagi Prancis, terutama dalam menentukan susunan pemain di setiap pertandingan. Hal tersebut berpotensi menyulitkan lawan, termasuk tim-tim unggulan.

Indonesia wajib waspada

Pada fase grup, Prancis tergabung di Grup D bersama Indonesia, Thailand, dan Aljazair. Meski berada satu grup dengan negara-negara kuat, Prancis tetap percaya diri dan siap memberikan perlawanan sengit.

Christo Popov menegaskan bahwa timnya kini memiliki mentalitas dan kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan edisi sebelumnya. Ia optimistis Prancis mampu bersaing dan melangkah lebih jauh.

"Saya percaya kami memiliki grup pemain yang sangat bagus, dan semangat tim sangat kuat menjelang turnamen ini," ujar Christo kepada BWF, dikutip Kamis (23/4/2026).

"Tujuannya adalah lolos ke babak sistem gugur terlebih dahulu, lalu melangkah selangkah demi selangkah dari sana,” tutupnya.

Ambisi besar yang ditunjukkan Prancis menjadi peringatan bagi Indonesia. Dengan hanya dua tim terbaik dari setiap grup yang berhak melaju ke fase gugur, setiap pertandingan akan menjadi krusial. Jika lengah, bukan tidak mungkin langkah tim Merah Putih akan terhambat oleh kejutan yang disiapkan Prancis di Thomas Cup 2026.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |