Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1447 H Jatuh Awal Januari 2026, Ini Jadwal dan Keutamaannya

2 hours ago 5

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Kamis, Januari 01, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1447 H Jatuh Awal Januari 2026, Ini Jadwal dan Keutamaannya
Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1447 H Jatuh Awal Januari 2026, Cek Jadwal dan Keutamaannya

PEWARTA.CO.ID — Memasuki pertengahan bulan Rajab 1447 Hijriah yang bertepatan dengan Januari 2026, umat Islam mulai mempersiapkan berbagai amalan sunnah.

Salah satu ibadah yang banyak ditunaikan adalah puasa Ayyamul Bidh, puasa sunnah yang dilakukan pada pertengahan bulan Hijriah dan dikenal memiliki keutamaan khusus.

Ayyamul Bidh secara bahasa berarti “hari-hari putih”, merujuk pada tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah. Pada hari-hari ini, bulan berada dalam fase purnama sehingga malam tampak lebih terang.

Momentum tersebut kerap dimanfaatkan umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rajab sendiri termasuk salah satu dari empat bulan haram dalam Islam. Bulan ini memiliki nilai spiritual tinggi dan sering dijadikan ajang pemanasan ibadah sebelum memasuki Sya’ban dan Ramadhan.

Karena itu, mengetahui jadwal puasa Ayyamul Bidh di bulan Rajab menjadi hal penting agar ibadah dapat dilaksanakan tepat waktu.

Jadwal Ayyamul Bidh Rajab 1447 H di kalender Masehi

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah yang umum digunakan, tanggal 13, 14, dan 15 Rajab 1447 H diperkirakan bertepatan dengan 2, 3, dan 4 Januari 2026 dalam kalender Masehi.

Meski demikian, penetapan resmi awal bulan Hijriah di Indonesia tetap menunggu keputusan pemerintah melalui Kementerian Agama.

Penentuan ini biasanya dilakukan lewat sidang itsbat yang mempertimbangkan metode hisab dan rukyah, sehingga ada kemungkinan pergeseran satu hari.

Puasa Ayyamul Bidh dianjurkan dikerjakan secara rutin setiap bulan, baik secara berjamaah maupun sendiri, sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing individu.

Bacaan niat puasa Ayyamul Bidh

Sebagaimana ibadah puasa lainnya, niat menjadi unsur penting dalam pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh.

Niat dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar atau sebelum waktu imsak sebagai bentuk kesungguhan menjalankan ibadah karena Allah SWT.

Berikut lafaz niat puasa Ayyamul Bidh:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Transliterasi: Nawaitu shauma Ayyamil Bidh sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: Saya niat puasa Ayyamul Bidh sunnah karena Allah Ta’ala.

Niat ini dapat diucapkan secara lisan atau cukup dihadirkan dalam hati dengan memahami maknanya.

Keutamaan puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh dikenal memiliki banyak keutamaan. Sejumlah ulama menjelaskan bahwa puasa sunnah ini menjadi sarana penghapus dosa-dosa kecil, penambah pahala, serta latihan spiritual untuk mengendalikan hawa nafsu.

Puasa juga disebut sebagai perisai bagi seorang Muslim. Dengan menjalankan puasa sunnah secara ikhlas dan konsisten, keimanan dan kedisiplinan ibadah seseorang dapat semakin meningkat. Karena dilakukan setiap bulan, Ayyamul Bidh kerap dianggap sebagai latihan istiqamah dalam beramal.

Tips menjalankan puasa Ayyamul Bidh

Agar puasa Ayyamul Bidh Rajab 1447 H dapat dijalani dengan optimal, ada beberapa hal yang patut diperhatikan.

Pertama, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat. Sahur dengan menu bergizi seimbang seperti buah, sayur, dan protein dianjurkan agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.

Kedua, jaga pola istirahat. Tidur yang cukup membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan jam makan dan aktivitas selama puasa sunnah.

Ketiga, perkuat aspek spiritual. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan dan perilaku dari hal-hal yang tidak baik.

Perbedaan Ayyamul Bidh dengan puasa sunnah lain

Puasa Ayyamul Bidh berbeda dengan puasa sunnah lain di bulan Rajab yang sering dilakukan pada tanggal tertentu berdasarkan tradisi.

Ayyamul Bidh memiliki waktu yang tetap setiap bulan, yakni tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah, serta memiliki dasar hadis yang kuat.

Sementara itu, puasa Rajab pada hari-hari tertentu di luar Ayyamul Bidh biasanya bersifat pilihan dan bergantung pada niat pribadi atau kebiasaan setempat.

Tradisi masyarakat Indonesia menyambut bulan Rajab

Di Indonesia, bulan Rajab sering dimanfaatkan sebagai momen meningkatkan kualitas ibadah.

Banyak masjid menggelar pengajian, tausiyah, serta kegiatan keagamaan untuk mempersiapkan jamaah menghadapi bulan-bulan besar berikutnya.

Selain puasa sunnah, umat Islam juga memperbanyak tilawah Al-Qur’an, sedekah, dan doa.

Rajab menjadi penanda dimulainya fase peningkatan spiritual sebelum memasuki Sya’ban dan Ramadhan yang penuh keberkahan.

Sumber: Jurnal FMIPA Unesa

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |