Purbaya Buka Suara Soal Wacana Utang Whoosh Dibayar Pakai Dana Sitaan Korupsi

2 weeks ago 33

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Selasa, November 11, 2025

Perkecil teks Perbesar teks

Purbaya Buka Suara Soal Wacana Utang Whoosh Dibayar Pakai Dana Sitaan Korupsi
Purbaya Buka Suara Soal Wacana Utang Whoosh Dibayar Pakai Dana Sitaan Korupsi

PEWARTA.CO.ID — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya menanggapi usulan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh menggunakan dana hasil sitaan kasus korupsi.

Menurut Purbaya, hingga kini pemerintah masih menelaah lebih lanjut mekanisme dari rencana tersebut. Ia menegaskan bahwa pembahasan baru sebatas gambaran umum dan belum masuk ke tahap teknis.

“Masih didiskusikan, masih didiskusikan nanti detailnya. Itu masih yang ada adalah masih garis-garis besarnya,” kata Purbaya kepada wartawan di Surabaya, Senin (10/11/2025).

Pemerintah akan kirim tim ke China

Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah lanjutan dengan mengirimkan tim ke China. Misi tersebut dilakukan untuk membahas lebih detail skema pembayaran utang proyek kereta cepat yang dibangun bersama pihak China Railway.

“Tapi nanti akan diskusikan dan mungkin Indonesia akan kirim tim ke China lagi kan, untuk diskusi seperti apa nanti pembayaran persisnya. Kalau itu saya diajak biar saya tahu diskusinya seperti apa nanti,” ujarnya.

Meski begitu, Purbaya belum bisa memastikan kapan tim tersebut akan berangkat maupun agenda spesifik yang akan dibahas. Ia hanya menegaskan bahwa komunikasi antara pemerintah Indonesia dan pihak Whoosh terus dijalin agar rencana pembayaran utang bisa berjalan dengan baik dan transparan.

Prabowo siap tanggung utang Whoosh

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah siap menanggung kewajiban pembayaran utang proyek KCJB yang nilainya mencapai sekitar Rp1,2 triliun per tahun. Ia menilai, pengeluaran tersebut sepadan dengan manfaat besar yang diperoleh masyarakat.

“Pokoknya enggak ada masalah karena itu kita harus bayar mungkin Rp1,2 triliun per tahun, tetapi manfaatnya mengurangi macet, mengurangi polusi, mempercepat perjalanan, ini semua harus dihitung,” ujar Prabowo di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Presiden juga menekankan bahwa dana hasil sitaan kasus korupsi akan dimanfaatkan untuk membantu menutup pembayaran utang tersebut.

“Duitnya ada. Duit yang tadinya dikorupsi (setelah diambil negara) saya hemat. Enggak saya kasih kesempatan. Jadi, saudara saya minta bantu saya semua. Jangan kasih kesempatan koruptor-koruptor itu merajalela. Uang nanti banyak untuk kita. Untuk rakyat semua,” tegasnya.

Wacana penggunaan dana sitaan korupsi untuk membayar utang proyek infrastruktur menjadi topik hangat di kalangan publik dan ekonom. Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan untuk memastikan agar kebijakan tersebut dijalankan dengan mekanisme hukum yang kuat, transparan, dan efisien.

Meski rencana ini masih dalam tahap pembahasan, sinyal kuat dari Presiden dan tanggapan hati-hati dari Menteri Keuangan menunjukkan bahwa pemerintah berupaya mencari solusi fiskal kreatif tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |