Ruben Onsu Diduga Tertipu Rp5,5 Miliar Bisnis Mukena, Begini Kronologinya

7 hours ago 8

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Kamis, April 23, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Ruben Onsu Diduga Tertipu Rp5,5 Miliar Bisnis Mukena, Begini Kronologinya
Ruben Onsu Diduga Tertipu Rp5,5 Miliar Bisnis Mukena, Begini Kronologinya

PEWARTA.CO.ID — Kasus dugaan penipuan kembali menimpa publik figur. Kali ini, presenter sekaligus pengusaha Ruben Onsu disebut mengalami kerugian hingga miliaran rupiah dalam sebuah kerja sama bisnis mukena yang berujung masalah.

Mantan suami Sarwendah itu diduga menjadi korban penipuan berkedok proyek produksi mukena dengan nilai fantastis, mencapai Rp5,5 miliar.

Perkara ini diungkap oleh kuasa hukumnya, Minola Sebayang, yang menjelaskan secara rinci bagaimana kronologi kejadian tersebut bermula.

Awal mula kerja sama bisnis

Menurut Minola Sebayang, persoalan ini berawal dari perkenalan Ruben dengan seorang terduga pelaku berinisial PS. Pertemuan tersebut difasilitasi oleh seorang rekan, beberapa bulan sebelum momen Lebaran.

Momentum menjelang Hari Raya Idulfitri disebut menjadi alasan kuat Ruben tertarik menjalankan bisnis tersebut. Ia menilai permintaan mukena yang tinggi saat Lebaran sebagai peluang yang menjanjikan.

“Karena mendekati Lebaran, Ruben melihat ini sebagai peluang bisnis yang bagus,” ujar Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Modus pelaku meyakinkan korban

Dalam perjalanannya, pelaku berusaha membangun kepercayaan dengan menawarkan skema kerja sama produksi mukena dalam jumlah besar. Ia mengklaim dapat memfasilitasi proses produksi melalui perusahaan bernama PT Venteny Fortuna Indo.

Tak hanya itu, pelaku juga memperlihatkan draf perjanjian kerja sama antarperusahaan. Nilai kontrak yang diajukan pun tidak main-main, yakni sekitar Rp5,5 miliar, yang semakin membuat korban yakin untuk melanjutkan kerja sama tersebut.

Aliran dana dan janji produksi

Setelah kesepakatan awal tercapai, pelaku mulai meminta dana secara bertahap kepada Ruben. Permintaan tersebut diklaim sebagai kebutuhan operasional, mulai dari uang muka produksi hingga biaya pencarian bahan baku dan pabrik.

“Ruben beberapa kali diminta mentransfer uang. Dana itu disebut untuk pembayaran awal produksi hingga biaya operasional mencari pabrik dan bahan berkualitas,” ungkap Minola.

Dana tersebut kemudian ditransfer ke sejumlah rekening, baik rekening pribadi pelaku maupun rekening perusahaan yang sebelumnya diperkenalkan kepada Ruben.

Namun, hingga Lebaran tiba, proyek yang dijanjikan tidak kunjung terealisasi. Mukena yang direncanakan untuk diproduksi dan dipasarkan tidak pernah muncul.

Kejanggalan mulai terungkap

Kecurigaan mulai muncul ketika Ruben berusaha meminta kejelasan terkait kelanjutan proyek tersebut. Dari situ, fakta mengejutkan terungkap.

Menurut Minola, dana yang telah diserahkan oleh kliennya ternyata tidak pernah disalurkan ke pihak pabrik untuk proses produksi sebagaimana dijanjikan.

“Uang dari Ruben sudah masuk, tetapi tidak pernah diteruskan ke pabrik untuk produksi,” tegas Minola.

Situasi semakin rumit setelah terduga pelaku sulit dihubungi. Bahkan, keberadaannya kini tidak diketahui.

“Nomornya sudah tidak bisa dihubungi, orangnya seperti menghilang,” ucap Minola.

Potensi langkah hukum

Dengan kondisi tersebut, pihak Ruben Onsu membuka kemungkinan untuk menempuh jalur hukum apabila tidak ada itikad baik dari pihak terduga pelaku.

“Jika tidak ada penyelesaian, tentu langkah hukum akan dipertimbangkan,” pungkasnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |