Redaksi Pewarta.co.id
Selasa, Januari 13, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Sri Mulyani Jadi Anggota Dewan Direksi Gates Foundation, Perkuat Misi Global |
PEWARTA.CO.ID — Eks Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, resmi dipercaya menjadi anggota dewan direksi Gates Foundation.
Pengangkatan tersebut diumumkan langsung oleh Gates Foundation pada Senin, 12 Januari 2026, dan menjadi sorotan internasional mengingat rekam jejak Sri Mulyani di panggung ekonomi global.
Sri Mulyani dikenal luas sebagai salah satu mantan menteri keuangan perempuan pertama dan terlama di Indonesia. Selain itu, ia juga pernah menduduki posisi strategis sebagai Direktur Pelaksana sekaligus Kepala Operasional Bank Dunia. Pengalaman panjangnya di sektor keuangan dan pembangunan menjadikannya figur yang dihormati di tingkat global.
Sebagai ekonom dengan reputasi internasional, Sri Mulyani tercatat memimpin berbagai reformasi penting di lembaga keuangan, serta aktif mendorong kebijakan yang berorientasi pada ketahanan ekonomi dan pertumbuhan yang inklusif. Latar belakang inilah yang dinilai akan memperkaya perspektif tata kelola serta memperkuat misi Gates Foundation ke depan.
“Sri Mulyani membawa pengalaman mendalam dalam membentuk hasil ekonomi yang adil, keahlian yang sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan,” kata Mark Suzman, CEO dan anggota dewan pengurus Gates Foundation dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
“Kepemimpinannya akan membantu memastikan bahwa sumber daya kami terus digunakan untuk memperluas kesempatan, mempromosikan pertumbuhan ekonomi inklusif, dan meningkatkan hasil bagi masyarakat di seluruh dunia," sambungnya.
Masuknya Sri Mulyani ke jajaran dewan pengurus dinilai terjadi pada momentum krusial bagi Gates Foundation. Pada tahun sebelumnya, Ketua Yayasan Bill Gates menyampaikan komitmen besar untuk mengalokasikan seluruh dana abadi yayasan dalam kurun dua dekade ke depan.
Fokus utama komitmen tersebut mencakup tiga agenda besar, yakni mengakhiri kematian ibu dan bayi yang sebenarnya dapat dicegah, memastikan generasi mendatang terbebas dari penyakit menular mematikan, serta mengangkat jutaan orang keluar dari jerat kemiskinan menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
Sri Mulyani mengaku merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Dengan waktu 20 tahun untuk memberikan dampak sebesar mungkin dalam kehidupan mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat untuk bergabung dengan dewan direksi Gates Foundation guna berkontribusi pada momen penting yang penuh tantangan dan peluang ini,” kata Sri Mulyani.
Hubungan kerja Sri Mulyani dengan Gates Foundation sejatinya telah terjalin hampir satu dekade. Kolaborasi tersebut berawal dari berbagai kajian terkait pemanfaatan teknologi baru untuk memperluas peluang dan mendorong pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan.
"Saya sangat termotivasi untuk membawa pengalaman saya di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi, dan tata kelola pemerintahan yang baik ke dalam upaya-upaya penting ini untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan taraf hidup," katanya.
Dalam struktur dewan direksi, Sri Mulyani akan bekerja bersama sejumlah tokoh dunia lainnya, antara lain Ashish Dhawan, Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J Tierney, Mark Suzman, serta Bill Gates. Sementara itu, Baroness Nemat (Minouche) Shafik diketahui tengah mengambil cuti karena menjalankan peran sebagai kepala penasihat ekonomi Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer.
Selain pengumuman terkait Sri Mulyani, Gates Foundation juga memperkenalkan pembentukan Divisi Kantor Afrika dan India (Africa and India Office/AIO). Divisi baru ini akan dipimpin oleh Ankur Vora sebagai presiden AIO, bersamaan dengan perannya saat ini sebagai kepala strategi yayasan.
Pembentukan AIO bertujuan menyatukan kantor-kantor Gates Foundation di kawasan Afrika dan India agar suara regional semakin kuat dalam penyusunan strategi, penentuan prioritas, serta pelaksanaan program.
Di dua kawasan tersebut, yayasan menjalin kemitraan dengan organisasi non-pemerintah, sektor swasta, inovator, komunitas lokal, hingga pemerintah nasional dan daerah untuk mendorong agenda kesehatan dan pembangunan.
Kehadiran Gates Foundation di Afrika telah dimulai sejak 2012 dan kini mencakup lima negara, yakni Ethiopia, Kenya, Nigeria, Senegal, dan Afrika Selatan. Sementara itu, kantor di India yang berpusat di Delhi telah beroperasi sejak 2003 dan memiliki cakupan kerja di berbagai negara bagian.
Ankur Vora sendiri bergabung dengan Gates Foundation sejak 2013. Selama ini, ia berperan memberikan masukan strategis kepada Ketua dan CEO yayasan terkait fokus investasi serta arah jangka panjang, termasuk rencana penutupan yayasan pada 2045.
Dalam peran barunya, Vora juga akan mengawasi kantor-kantor perwakilan di Afrika dan India, bekerja sama dengan para pemimpin regional seperti Paulin Basinga di Afrika dan Archna Vyas di India.
“Seiring yayasan terus meningkatkan dampaknya hingga tahun 2045, Divisi Kantor Afrika dan India yang baru mencerminkan peran sentral yang dimainkan kawasan ini dalam memajukan misi kami dan pentingnya memastikan bahwa perspektif negara terus membentuk strategi, prioritas, dan bagaimana sumber daya dikerahkan,” kata Vora.



















































