Stok Beras RI Hampir 5 Juta Ton, Pemerintah Klaim Aman Hadapi El Nino

6 hours ago 5

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Senin, April 20, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Stok Beras RI Hampir 5 Juta Ton, Pemerintah Klaim Aman Hadapi El Nino
Stok Beras RI Hampir 5 Juta Ton, Pemerintah Klaim Aman Hadapi El Nino

PEWARTA.CO.ID — Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini mengalami peningkatan signifikan.

Stok yang dikelola oleh Perum Bulog telah mencapai angka 4,9 juta ton dan diperkirakan segera menembus 5 juta ton dalam waktu dekat.

Kepala Bapanas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut capaian tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Ia memastikan kondisi ketahanan pangan nasional dalam posisi aman, termasuk untuk menghadapi potensi dampak fenomena El Nino dalam beberapa bulan ke depan.

“(Terkait) pangan, alhamdulillah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo, hari ini stok cadangan beras kita tertinggi sepanjang Republik Indonesia. 4,9 juta ton dan insya Allah hari Kamis nanti sudah 5 juta ton,” kata Amran, Senin (20/4/2026).

Lonjakan stok capai lebih dari 200 persen

Berdasarkan data Bapanas, peningkatan stok CBP saat ini mencapai 221,7 persen dibandingkan periode menjelang puncak El Nino sebelumnya. Sebagai gambaran, pada September 2023 lalu, stok cadangan beras pemerintah masih berada di angka 1,52 juta ton.

Lonjakan ini menunjukkan adanya penguatan signifikan dalam pengelolaan cadangan pangan nasional, terutama dalam menghadapi risiko gangguan produksi akibat perubahan iklim.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa puncak fenomena El Nino pada tahun 2023 terjadi pada periode Oktober hingga Desember. Pemerintah pun menjadikan pengalaman tersebut sebagai acuan dalam menyusun strategi antisipasi ke depan.

Antisipasi El Nino hingga enam bulan

Amran menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi potensi El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan ke depan. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki pengalaman dalam menghadapi fenomena serupa, seperti yang terjadi pada 2015 serta periode 2023–2024.

Dengan pengalaman tersebut, pemerintah optimistis dapat menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus menekan potensi dampak negatif terhadap sektor pertanian.

Publik dipersilakan cek langsung stok

Dalam upaya menjaga transparansi, Amran juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan pengecekan langsung terhadap stok beras di gudang Bulog. Hal ini dilakukan untuk memastikan keakuratan data yang disampaikan pemerintah.

“Hari ini stok CBP kita 4,9 juta ton. Siapa pun yang ragu dengan data ini, silakan cek ke gudang Bulog. Kepada seluruh masyarakat Indonesia, kami sampaikan hari ini stok CBP kita 4,9 juta ton. Insya Allah minggu depan, paling lambat Kamis atau Jumat sudah 5 juta ton dan menjadi yang tertinggi selama Republik Indonesia berdiri,” ungkap Amran.

Swasembada pangan semakin menguat

Selain memastikan ketersediaan beras, pemerintah juga mengklaim telah mencapai swasembada untuk sejumlah komoditas pangan lainnya. Tidak hanya itu, beberapa komoditas protein hewani seperti ayam dan telur bahkan telah berhasil menembus pasar ekspor.

“Pangan kita alhamdulillah aman. Indonesia sudah swasembada beras. Kemudian protein juga kita swasembada. Ayam dan telur kita sudah ekspor,” tandasnya.

Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional akan tetap terjaga, meskipun di tengah tantangan perubahan iklim global seperti El Nino.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |