Survei IDO 2026: AI Generatif Tingkatkan Produktivitas Developer hingga 50 Persen

4 hours ago 5

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Senin, April 27, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

 AI Generatif Tingkatkan Produktivitas Developer hingga 50 Persen
Survei IDO 2026: AI Generatif Tingkatkan Produktivitas Developer hingga 50 Persen

PEWARTA.CO.ID — Penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) generatif semakin menunjukkan dampak signifikan terhadap dunia kerja, khususnya di sektor digital.

Tidak hanya membantu mempercepat proses kerja, AI generatif juga terbukti mampu mendorong peningkatan produktivitas secara signifikan.

Temuan ini terungkap dalam survei Indonesia Developer Outlook (IDO) 2026 yang melibatkan 3.163 talenta digital dari berbagai latar belakang.

Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas developer profesional merasakan manfaat nyata dari kehadiran AI generatif dalam aktivitas kerja sehari-hari.

AI dongkrak produktivitas developer

Berdasarkan hasil survei tersebut, sebanyak 9 dari 10 developer profesional mengaku mengalami peningkatan produktivitas. Kenaikan yang dirasakan pun tidak main-main, berkisar antara 20 persen hingga lebih dari 50 persen sejak memanfaatkan AI generatif dalam alur kerja mereka.

Temuan ini mempertegas bahwa teknologi AI bukan sekadar tren, melainkan telah menjadi alat penting dalam mendukung efisiensi dan kinerja talenta digital di Indonesia.

CEO Dicoding, Narenda Wicaksono, turut mengungkapkan bahwa hasil survei juga menunjukkan adanya perubahan pola belajar di kalangan developer. Ia menyebut, sebagian besar talenta digital kini tidak hanya bergantung pada pendidikan formal.

“Sebanyak 63% developer sangat mengandalkan online course sebagai sumber belajar utama. Oleh karenanya, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para developer yang telah 11 tahun mendukung kami untuk memberdayakan talenta digital dengan pembelajaran yang berdampak, sehingga Dicoding dapat memberikan dampak ekonomi pada Indonesia sebesar Rp6,5 triliun,” ucap Narenda, Minggu (26/4/2026).

Selain itu, sekitar 75 persen developer profesional percaya bahwa penguasaan teknologi dan keterampilan praktis perlu diasah di luar lingkungan kampus agar tetap relevan dengan kebutuhan industri.

Transformasi cara belajar di era AI

Di tengah maraknya fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor teknologi, hasil survei IDO 2026 justru menunjukkan sisi lain yang cukup optimistis.

Chief Learning Officer Dicoding, Oon Arfiandwi, menjelaskan bahwa peluang karier di bidang teknologi masih terbuka luas, bahkan di luar industri teknologi itu sendiri.

"Temuan kami dalam IDO 2026 menunjukkan perusahaan non-IT kini menjadi penyerap tenaga kerja terbesar bagi talenta digital. Di era disrupsi AI, pertanyaan 'apakah belajar teknologi masih relevan?' terjawab dengan mutlak: Ya, tetapi cara kita belajar harus bertransformasi," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tren pembelajaran berbasis daring kini semakin dominan di kalangan developer profesional. Lebih dari 63 persen responden menjadikan online course sebagai sumber utama untuk meningkatkan kompetensi.

"Kita harus melatih diri menjadi spesialis, membangun portofolio yang kuat, dan mendorong produktivitas menggunakan generative AI," kata Oon Arfiandwi.

Dukungan pemerintah terhadap talenta digital

Dukungan terhadap pengembangan talenta digital juga datang dari pemerintah. Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam, menyatakan pihaknya menyambut baik pelaksanaan survei IDO 2026.

Menurutnya, survei ini tidak hanya menjadi sarana pemetaan kondisi talenta digital, tetapi juga sebagai wadah untuk memperluas jejaring dan meningkatkan kapasitas developer di Indonesia.

"Kami optimis akan kiprah para developer di industri masing-masing, dengan bantuan AI sebagai akseleratornya,” ujarnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |