Redaksi Pewarta.co.id
Selasa, Januari 13, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Ilustrasi. Terapis Spa Ditemukan Tewas di Kos Bekasi, Polisi Tangkap Suami Siri Korban |
PEWARTA.CO.ID — Seorang perempuan berinisial SM (23) yang bekerja sebagai terapis spa ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di wilayah Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Penemuan jasad korban sontak menghebohkan lingkungan sekitar dan berujung pada penangkapan terduga pelaku oleh kepolisian.
Kasus ini terungkap setelah keluarga korban merasa curiga karena SM tak dapat dihubungi sejak siang hari. Atas permintaan ibu kandung korban, seorang anggota keluarga mendatangi lokasi kos untuk memastikan kondisi SM.
“(Saksi) diminta datang ke TKP atas permintaan ibu kandung korban karena korban tidak bisa dihubungi sejak siang. Sesampainya di TKP, saksi menggedor pintu kamar kos korban, namun tidak ada jawaban,” kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, Selasa (13/1/2026).
Karena tidak ada respons dari dalam kamar, saksi kemudian meminta bantuan pengelola kos. Pintu kamar akhirnya dibuka menggunakan kunci cadangan. Saat itulah korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Peristiwa tersebut segera dilaporkan ke aparat kepolisian. Tim penyidik yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti awal.
“Di TKP ditemukan botol berisi cairan pembersih toilet di dekat korban, serta muntahan di sekitarnya,” ucap Ressa.
Dari hasil penyelidikan lanjutan, polisi mengidentifikasi dan menangkap terduga pelaku berinisial AR. Penangkapan dilakukan di Kampung Sanding, Lebak, Banten, pada Minggu malam, 11 Januari 2026.
“Pelaku berinisial AR kami tangkap pada Minggu, 11 Januari 2026 pukul 23.30 WIB,” ujar Ressa.
Diketahui, AR merupakan suami siri korban. Usai penangkapan, pelaku langsung dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih mendalami keterangan pelaku serta menelusuri motif yang melatarbelakangi kematian SM.
Hingga kini, penyidik terus mengembangkan kasus tersebut dengan mengumpulkan bukti tambahan dan meminta keterangan sejumlah saksi guna memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.



















































