Redaksi Pewarta.co.id
Senin, Januari 05, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Terungkap Cadangan Minyak Venezuela yang Diincar Trump, Tembus 303,22 Miliar Barel |
PEWARTA.CO.ID — Venezuela kembali menjadi sorotan global setelah cadangan minyak raksasanya disebut-sebut menjadi target kepentingan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Negara di Amerika Selatan itu diketahui menyimpan sekitar 17 persen dari total cadangan minyak dunia, dengan volume mencapai lebih dari 303 miliar barel.
Jumlah tersebut menempatkan Venezuela sebagai pemilik cadangan minyak terbesar di dunia, melampaui Arab Saudi dan Iran. Data ini menunjukkan betapa strategisnya posisi Venezuela dalam peta energi global, meski kondisi industrinya tengah terpuruk.
Produksi minyak Venezuela terjun bebas
Pada masa kejayaannya di dekade 1970-an, Venezuela pernah memproduksi hingga 3,5 juta barel minyak per hari. Industri migas menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut dan menjadikannya salah satu eksportir minyak utama dunia.
Namun, situasi itu berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir. Krisis ekonomi, instabilitas politik, serta sanksi internasional membuat produksi minyak Venezuela anjlok tajam.
Sepanjang tahun lalu, produksi minyak negara itu hanya berada di kisaran 1,1 juta barel per hari, atau sekitar 1 persen dari total produksi minyak global.
RELEVAN DIBACA!
Arah ekspor berubah dari AS ke Tiongkok
Amerika Serikat sebelumnya merupakan pembeli utama minyak mentah Venezuela. Akan tetapi, memburuknya hubungan diplomatik kedua negara dan pemberlakuan sanksi ekonomi membuat ekspor minyak Venezuela ke AS terhenti.
Dalam kondisi tersebut, Tiongkok muncul sebagai pasar utama baru bagi minyak Venezuela. Peralihan tujuan ekspor ini sekaligus mengubah peta kerja sama energi Venezuela di tingkat internasional.
Trump klaim akan ambil alih pengelolaan minyak Venezuela
Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah pemerintahan Donald Trump menyatakan rencana untuk mengambil alih pengelolaan cadangan minyak Venezuela.
Langkah ini disebut akan dilakukan setelah operasi militer AS berhasil menggulingkan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.
Trump menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan minyak asal AS siap masuk dan membenahi sektor energi Venezuela yang dianggap rusak akibat krisis berkepanjangan.
“Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak,” ujar Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago.
Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian pelaku industri energi global, terutama perusahaan minyak raksasa yang memiliki sejarah dan kepentingan bisnis di Venezuela.
MASIH TERKAIT!
Presiden Nicolas Maduro Ditangkap AS Saat Venezuela Hadapi Krisis Ekonomi Parah
Respons hati-hati perusahaan minyak AS
Chevron, salah satu perusahaan energi terbesar asal Amerika Serikat, merespons pernyataan Trump dengan sikap berhati-hati. Perusahaan tersebut menegaskan tetap memprioritaskan keselamatan karyawan dan kepatuhan terhadap hukum.
“Chevron tetap fokus pada keselamatan dan kesejahteraan karyawan kami, serta integritas aset kami. Kami terus beroperasi sepenuhnya sesuai dengan semua hukum dan peraturan yang relevan,” ujar juru bicara perusahaan sebagaimana dikutip dari Sky News.
Sementara itu, ConocoPhillips menyatakan masih mencermati perkembangan situasi politik dan dampaknya terhadap sektor energi dunia.
“Kami memantau perkembangan di Venezuela dan implikasi potensialnya terhadap pasokan dan stabilitas energi global. Akan terlalu dini untuk berspekulasi tentang aktivitas bisnis atau investasi di masa depan,” kata juru bicara ConocoPhillips.
Raksasa energi global masih bungkam
Hingga saat ini, sejumlah pemain besar industri energi dunia seperti ExxonMobil, Shell, BP, TotalEnergies, serta Saudi Aramco belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rencana Trump maupun kemungkinan keterlibatan mereka dalam pengelolaan minyak Venezuela.
Sikap diam ini dinilai mencerminkan kehati-hatian perusahaan-perusahaan besar dalam menghadapi risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan internasional.
MENARIK JUGA DIBACA!
AS Ambil Alih Minyak Venezuela Pasca Penangkapan Presiden Nicolas Maduro
Daftar negara dengan cadangan minyak terbesar
Mengacu pada data OPEC tahun 2023 yang dirangkum World Atlas, berikut 10 negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia:
- Venezuela: 303,22 miliar barel
- Arab Saudi: 267,19 miliar barel
- Iran: 208,60 miliar barel
- Kanada: 163,63 miliar barel
- Irak: 145,02 miliar barel
- Uni Emirat Arab: 113,00 miliar barel
- Kuwait: 101,50 miliar barel
- Rusia: 80,00 miliar barel
- Amerika Serikat: 55,25 miliar barel
- Libya: 48,36 miliar barel
Besarnya cadangan minyak tersebut menjadikan Venezuela tetap sebagai aset strategis global, meskipun tantangan politik dan ekonomi masih membayangi masa depan industri energinya.



















































