Redaksi Pewarta.co.id
Rabu, April 29, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Kecelakaan kereta api Argo Bromo vs KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4). (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Update jumlah korban dalam kecelakaan kereta Argo Bromo Anggrek yang bertabrakan dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terus diperbarui. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebut total korban mencapai 106 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 penumpang dilaporkan meninggal dunia. Sementara 91 penumpang lainnya mengalami luka-luka akibat insiden yang terjadi pada Rabu (29/4/2026).
"Yang menjadi korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka, adalah sejumlah 106 penumpang. Kemudian yang meninggal dunia 15 penumpang, dan yang luka-luka 91," ujar Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).
Dudy menjelaskan para korban yang mengalami luka langsung mendapatkan penanganan medis dan dibawa ke sejumlah rumah sakit setelah kejadian berlangsung. Pemerintah juga terus memantau kondisi para korban yang masih menjalani perawatan intensif.
Menurutnya, dari total 91 korban luka, sebagian sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.
"Dari 91 penumpang yang luka-luka, 38 penumpang sudah kembali," imbuhnya.
Pemerintah berharap seluruh korban yang masih dirawat dapat segera pulih dan kembali berkumpul bersama keluarga masing-masing. Proses penanganan medis disebut terus dilakukan secara maksimal oleh pihak rumah sakit dan tim terkait.
"Harapan kami bahwa sisanya, insya Allah, mudah-mudahan bisa segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga," ujarnya.



















































