Redaksi Pewarta.co.id
Senin, Januari 05, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Viral Video Botol Coca Cola Durasi 24 Detik Hebohkan Pengguna TikTok. |
PEWARTA.CO.ID — Fenomena pencarian full link video viral botol Coca Cola di TikTok mendadak meledak sejak awal 2026.
Video tersebut ramai dibicarakan karena dikaitkan dengan narasi “adegan sensasional” hingga klaim telah “diamankan pihak berwajib”. Namun setelah ditelusuri, fakta di balik video ini justru jauh dari cerita yang beredar.
Alih-alih menampilkan konten kontroversial yang diklaim berdurasi 24 detik, video yang viral tersebut hanyalah cuplikan singkat.
Meski demikian, judul-judul provokatif yang menyertainya sukses memancing rasa penasaran warganet dan mendorong banyak orang untuk mencari tautan versi lengkapnya.
Padahal, tautan yang diklaim sebagai full video tersebut justru berpotensi membahayakan pengguna.
TAK KALAH HEBOH!
Heboh Video Botol Makarizo 7 Menit di Videy, Asli atau Hoaks?
Fakta sebenarnya di balik viral video botol Coca Cola
Video botol Coca Cola ini pertama kali muncul di TikTok pada akhir Desember 2025 melalui akun anonim. Dalam cuplikan aslinya, tidak ada adegan mencurigakan maupun unsur dewasa seperti yang ramai diklaim.
Isi video hanya menampilkan sebuah botol Coca Cola dingin yang diletakkan di atas meja dengan pencahayaan redup. Embun di permukaan botol serta getaran kecil membuat botol tampak seolah bergerak sendiri. Efek visual inilah yang kemudian disalahartikan dan dipelintir dengan berbagai narasi sensasional.
Sejumlah pengamat konten digital menilai efek tersebut sangat mungkin terjadi secara alami akibat perubahan suhu atau sekadar hasil edit sederhana menggunakan aplikasi populer seperti CapCut.
Tidak ditemukan adanya pesan tersembunyi atau adegan tambahan di dalam video tersebut.
MENARIK JUGA DIBACA!
Viral Link Bocil Block Blast, Klaim Video Full Rawan Jebakan Clickbait
Durasi asli vs klaim video versi full
Banyak akun dan situs abal-abal mengklaim memiliki versi lengkap video dengan durasi hingga dua menit. Klaim tersebut terbukti menyesatkan.
Fakta yang beredar menunjukkan:
- Video asli berdurasi sekitar 24 detik dan sering diputar ulang (loop) untuk meningkatkan interaksi.
- Versi “full video” berdurasi 1–2 menit tidak pernah ada.
- Tautan yang beredar biasanya hanya mengarah ke iklan, situs tidak jelas, atau halaman redirect.
Dengan kata lain, semua promosi tentang full link video botol Coca Cola dapat dipastikan merupakan hoaks.
Risiko berbahaya sembarangan klik link viral
Di balik rasa penasaran, mengklik tautan video viral semacam ini justru menyimpan ancaman serius. Sejumlah risiko yang sering dilaporkan antara lain:
- Malware dan ransomware yang dapat merusak perangkat serta mencuri data pribadi.
- Phishing, termasuk pencurian OTP, akun media sosial, hingga data perbankan.
- Spam dan penipuan, seperti pengalihan ke situs judi online atau investasi kripto palsu.
- Potensi masalah hukum, terutama jika konten dikaitkan dengan narasi asusila atau pelanggaran UU ITE.
- Kebocoran privasi, karena alamat IP dan lokasi pengguna bisa dilacak tanpa disadari.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan tidak mudah tergoda judul sensasional.
Pola lama clickbait masih terulang di 2026
Kasus video botol Coca Cola ini memperlihatkan pola clickbait yang kembali berulang di awal 2026. Fenomena serupa sebelumnya juga terjadi pada konten viral lain seperti Golda, Teh Pucuk, hingga tren gim Block Blast versi bocil.
Ciri utamanya sama: durasi video sangat pendek, isi minim, tetapi dibungkus dengan narasi penuh spekulasi yang memancing rasa ingin tahu publik. Akibatnya, pencarian melonjak drastis meski substansi kontennya nyaris tidak ada.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari perusahaan yang brand-nya dicatut dari viralnya fenomena botol Coca Cola di TikTok ini.
Hal ini sekaligus menjadi perhatian agar warganet lebih kritis, tidak mudah percaya pada klaim “full link”, dan selalu mengutamakan keamanan digital saat berselancar di internet.



















































