Redaksi Pewarta.co.id
Senin, Mei 11, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Waspada! Kanker Usus Besar Kini Banyak Menyerang Gen Z, Kenali Gejala yang Sering Dianggap Sepele |
PEWARTA.CO.ID — Kasus kanker usus besar kini tidak lagi identik dengan kelompok usia lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, penyakit tersebut mulai banyak ditemukan pada usia muda, termasuk di kalangan Generasi Z atau Gen Z.
Fenomena meningkatnya kanker usus besar pada anak muda itu menjadi perhatian para tenaga medis karena tren kasusnya terus menunjukkan kenaikan.
Dokter umum sekaligus edukator kesehatan, Adam Prabata, turut menyoroti kondisi tersebut melalui unggahan di akun X pribadinya.
Menurut dr. Adam, hasil proyeksi penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2030 mendatang, sekitar 11 persen kasus kanker kolon dan 23 persen kanker rektum diperkirakan terjadi pada pasien berusia di bawah 50 tahun.
“Kanker usus besar itu sekarang mulai banyak ditemukan pada usia muda,” tulis dr. Adam.
Faktor risiko mulai jadi perhatian
Dr. Adam menjelaskan bahwa sebagian kasus kanker usus besar memang berkaitan dengan faktor keturunan atau riwayat keluarga. Namun, tidak sedikit pasien usia muda yang ternyata tidak memiliki riwayat genetik terkait penyakit tersebut.
“50 persen sisanya tidak punya faktor genetik maupun riwayat keluarga sama sekali,” jelasnya.
Ia menduga perubahan gaya hidup menjadi salah satu pemicu meningkatnya kasus kanker usus besar pada usia muda. Beberapa faktor yang disebut berisiko antara lain obesitas, sindrom metabolik, pola makan tidak sehat, hingga minim aktivitas fisik.
Kondisi tersebut dinilai membuat masyarakat usia muda perlu lebih waspada terhadap kesehatan pencernaan mereka.
Gejala kanker usus besar sering dianggap biasa
Selain faktor risiko, dr. Adam juga mengingatkan pentingnya mengenali gejala awal kanker usus besar yang kerap diabaikan karena dianggap masalah pencernaan ringan.
Beberapa keluhan yang perlu diperhatikan di antaranya diare berkepanjangan, sembelit, nyeri perut, hingga buang air besar berdarah.
Sayangnya, banyak orang menganggap gejala tersebut hanya gangguan lambung biasa atau ambeien sehingga penanganannya sering terlambat.
“Kebanyakan gejalanya dianggap sepele,” tulisnya.
Karena itu, masyarakat diminta segera melakukan pemeriksaan apabila mengalami keluhan yang berlangsung selama beberapa minggu, tanpa memandang usia.
“Segera berobat dan dievaluasi ke dokter,” ujarnya.
Deteksi dini penting untuk meningkatkan peluang sembuh
Deteksi dini menjadi salah satu langkah penting dalam penanganan kanker usus besar. Semakin cepat penyakit ditemukan, peluang kesembuhan pasien juga dinilai akan semakin tinggi.
Meningkatnya kasus kanker usus besar pada usia muda pun menjadi pengingat bahwa penyakit serius tidak lagi hanya menyerang kelompok lanjut usia. Mengenali gejala sejak awal dan menerapkan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit tersebut.



















































