Gempa Susulan Flores Capai 5.012 Kali, BMKG Ungkap Perkiraan Kapan Berakhir

18 hours ago 14

Gempa susulan Flores capai 5.012 kali setelah gempa M7,7. BMKG memperkirakan aktivitas masih berlangsung hingga 3-4 minggu.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Sabtu, Agustus 22, 2026

gempa susulan masih terjadi di wilayah Flores NTT
Aktivitas gempa susulan masih terjadi di wilayah Flores dan sekitarnya setelah gempa utama M7,7. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Aktivitas gempa susulan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berlangsung setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Hingga Sabtu (22/8/2026) pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat sudah terjadi 5.012 gempa susulan.

Dari jumlah tersebut, gempa susulan terbesar tercatat berkekuatan M6,2, sementara yang terkecil M1,1. Sebanyak 31 gempa susulan memiliki magnitudo di atas M5 dan 124 kejadian dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan seluruh gempa susulan yang tercatat sejauh ini masih berada di bawah kekuatan gempa utama.

“Bisa kita pastikan untuk gempa susulan itu kan lebih kecil ya sekarang. Tidak ada gempa susulan yang lebih besar dari gempa utamanya,” ujar Wijayanto.

Aktivitas gempa masih berlangsung

Menurut Wijayanto, rangkaian gempa susulan diperkirakan belum segera berhenti. Berdasarkan data sementara BMKG, aktivitas tersebut masih dapat berlangsung selama tiga hingga empat minggu setelah gempa utama.

“Berdasarkan data sementara gempa susulan ini akan berakhir 3 – 4 minggu ke depan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada gempa bumi susulan yang masih terjadi,” kata Wijayanto.

BMKG menjelaskan gempa utama yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB tersebut tergolong gempa dangkal. Gempa dengan parameter pemutakhiran M7,7 itu memicu tsunami di wilayah sekitar.

Gempa tersebut disebabkan aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Wijayanto menuturkan gempa M7,7 sudah mendekati magnitudo maksimum yang dapat terjadi pada kerak dangkal di kawasan tersebut. Potensi maksimum magnitudo pada kerak dangkal di wilayah itu diperkirakan sekitar M7,8.

“Jadi seterusnya adalah gempa susulan yang akan menuju ke kestabilan lempeng itu sendiri,” katanya.

BMKG tetap pantau potensi tsunami

Di tengah masih berlangsungnya gempa susulan, BMKG juga terus memantau potensi tsunami di Flores dan wilayah sekitarnya.

Sistem peringatan dini tsunami Indonesia disebut mampu memberikan peringatan dalam waktu kurang dari tiga menit setelah gempa terdeteksi dan memenuhi parameter yang berpotensi menimbulkan tsunami.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih terjadi.

“BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, namun tetap waspada terhadap gempa susulan yang masih terjadi di wilayah Flores dan sekitarnya,” imbaunya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |