Utang Luar Negeri RI Tembus USD431,7 Miliar, BI Tegaskan Kondisi Tetap Aman

16 hours ago 10

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Kamis, Februari 19, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Utang Luar Negeri RI Tembus USD431,7 Miliar, BI Tegaskan Kondisi Tetap Aman
Utang Luar Negeri RI Tembus USD431,7 Miliar, BI Tegaskan Kondisi Tetap Aman

PEWARTA.CO.ID — Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kembali mengalami kenaikan pada penghujung tahun 2025. Meski demikian, Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa struktur ULN nasional masih berada dalam kondisi yang aman dan terjaga.

Berdasarkan laporan resmi Bank Indonesia yang dirilis Kamis (19/2/2026), total ULN Indonesia pada triwulan IV-2025 mencapai USD431,7 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan posisi triwulan III-2025 yang tercatat sebesar USD427,6 miliar.

Kenaikan tersebut terutama disumbang oleh pertumbuhan ULN pemerintah, sementara utang luar negeri sektor swasta justru mengalami penurunan pada periode yang sama.

ULN pemerintah naik seiring arus modal asing

Bank Indonesia mencatat posisi ULN pemerintah pada triwulan IV-2025 sebesar USD214,3 miliar. Nilai ini naik dari triwulan sebelumnya yang sebesar USD210,1 miliar.

Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh derasnya aliran masuk modal asing ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) internasional.

Tingginya minat investor mencerminkan kepercayaan yang tetap solid terhadap prospek ekonomi Indonesia, meskipun kondisi pasar keuangan global tengah diliputi ketidakpastian.

Sebagai salah satu sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ULN pemerintah dikelola dengan prinsip kehati-hatian. Pemerintah memastikan pengelolaan utang dilakukan secara terukur dan akuntabel, serta diarahkan untuk mendukung program prioritas nasional.

Penggunaan ULN pemerintah difokuskan pada sejumlah sektor strategis, antara lain:

  • Sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, yang menyerap 22,1% dari total ULN pemerintah.
  • Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 19,8%.
  • Sektor pendidikan dengan porsi 16,2%.
  • Konstruksi sebesar 11,7%.
  • Transportasi dan pergudangan sebesar 8,6%.

Struktur ULN pemerintah didominasi utang jangka panjang. Pangsa utang jangka panjang bahkan mencapai 99,99% dari total ULN pemerintah, sehingga risiko tekanan likuiditas dalam jangka pendek relatif sangat kecil.

ULN swasta turun tipis

Berbeda dengan pemerintah, ULN sektor swasta pada triwulan IV-2025 justru mengalami penurunan. Total ULN swasta tercatat sebesar USD192,8 miliar, lebih rendah dibandingkan USD194,5 miliar pada triwulan III-2025.

Penurunan ini terutama berasal dari berkurangnya ULN perusahaan nonkeuangan (non-financial corporations). Hal ini menunjukkan adanya penyesuaian pembiayaan di kalangan korporasi, seiring dinamika ekonomi global dan domestik.

Jika ditinjau berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta paling besar berasal dari:

  1. Industri pengolahan
  2. Jasa keuangan dan asuransi
  3. Pengadaan listrik dan gas
  4. Pertambangan dan penggalian

Keempat sektor tersebut secara kumulatif menyumbang sekitar 79,9% dari total ULN swasta.

Sama halnya dengan pemerintah, struktur ULN swasta juga masih didominasi utang jangka panjang. Pangsa utang jangka panjang mencapai 76,3% dari total ULN swasta, sehingga memberikan ruang stabilitas yang lebih baik terhadap gejolak jangka pendek.

Rasio terhadap PDB tetap terkendali

Secara keseluruhan, Bank Indonesia menilai struktur ULN Indonesia tetap berada pada level yang sehat. Hal ini tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang sebesar 29,9% pada triwulan IV-2025.

Selain itu, komposisi ULN jangka panjang yang mendominasi hingga 85,7% dari total ULN nasional turut memperkuat daya tahan eksternal Indonesia.

Rasio tersebut masih dalam batas aman dan menunjukkan kemampuan ekonomi nasional dalam mengelola kewajiban luar negeri secara berkelanjutan.

BI dan pemerintah perkuat koordinasi

Dalam menjaga stabilitas, Bank Indonesia bersama pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap peningkatan utang tetap sejalan dengan kapasitas dan kebutuhan pembiayaan pembangunan.

Optimalisasi pemanfaatan ULN diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, memperkuat fondasi fiskal, serta meminimalkan risiko terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

Dengan pengelolaan yang disiplin dan terukur, kenaikan Utang Luar Negeri RI ke level USD431,7 miliar pada akhir 2025 dinilai masih dalam koridor yang aman, sekaligus menjadi instrumen penting dalam menopang pembangunan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |