Redaksi Pewarta.co.id
Selasa, Agustus 19, 2025
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
Foto: Gedung DPR RI. (Dok. Istimewa) |
PEWARTA.CO.ID — Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) hari ini, Selasa (19/8/2025), menggelar Rapat Paripurna Masa Persidangan I Tahun 2025–2026.
Forum ini menjadi ajang pembahasan dua agenda penting yang telah ditetapkan sebelumnya.
Keputusan penyelenggaraan rapat ini diambil setelah adanya Rapat Konsultasi Pengganti Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR pada 26 Mei 2025.
Berdasarkan surat undangan Nomor B/1779/AG.01.01/8/2025 tertanggal 14 Agustus 2025, ada dua agenda utama yang menjadi fokus pembahasan hari ini.
“Pertama, pandangan umum fraksi-fraksi atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2026,” demikian isi surat tersebut. Agenda kedua ialah penetapan keanggotaan fraksi dalam Alat Kelengkapan Dewan (AKD) untuk Tahun Sidang 2025–2026.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan gambaran struktur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dalam pidato kenegaraan di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Dalam pidato itu, ia juga memaparkan Nota Keuangan yang menjadi landasan rancangan anggaran tersebut.
Prabowo menuturkan, arsitektur APBN 2026 disusun dengan Belanja Negara sebesar Rp3.786,5 triliun, Pendapatan Negara Rp3.147,7 triliun, serta defisit Rp638,8 triliun atau setara 2,48 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
“Pemerintah yang saya pimpin berjanji di hadapan majelis ini, kami akan terus melaksanakan efisiensi sehingga defisit ini kita ingin tekankan sekecil mungkin,” ujar Prabowo.
Ia juga menyampaikan target besar pemerintah untuk mewujudkan APBN tanpa defisit dalam beberapa tahun mendatang.
“Dan adalah harapan saya, adalah cita-cita saya untuk suatu saat, apakah dalam 2027 atau 2028, saya ingin berdiri di depan majelis ini, di podium ini, untuk menyampaikan bahwa kita berhasil punya APBN yang tidak ada defisitnya sama sekali,” pungkasnya.