Mentan Amran Sebut Program MBG Bikin Petani Sejahtera

5 hours ago 4

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Rabu, April 08, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Mentan Sebut Program MBG Bikin Pendapatan Petani Melejit, Ini Alasannya
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman

PEWARTA.CO.ID — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan petani di Indonesia.

Program ini dinilai tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi sektor pangan secara menyeluruh.

Menurut Amran, program MBG melibatkan jutaan pelaku di sektor pertanian dan peternakan dalam rantai pasok kebutuhan pangan. Hal ini menciptakan perputaran ekonomi yang luas dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan para petani dan peternak di berbagai daerah.

“Sekitar 160 juta petani dan peternak kita mensuplai kebutuhan dapur MBG. Ini adalah program mulia, bukan hanya untuk pemenuhan gizi, tetapi untuk kemaslahatan umat,” tegas Mentan Amran dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

NTP capai rekor tertinggi

Dampak positif dari program tersebut tercermin dalam data Badan Pusat Statistik (BPS). Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Februari 2026 tercatat mencapai 125,45, yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah.

Angka ini mengalami kenaikan sebesar 1,50 persen dibandingkan Januari 2026. Peningkatan tersebut dipicu oleh melonjaknya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,17 persen, yang jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,65 persen.

Jika dilihat dari tren, NTP terus menunjukkan penguatan sejak Maret 2025. Saat itu, NTP berada di angka 123,72, kemudian meningkat menjadi 125,35 pada Desember 2025, dan kembali naik ke level 125,45 pada Februari 2026.

Amran menilai capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kebijakan pemerintah memberikan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya petani dan peternak.

“Program Bapak Presiden Prabowo sangat berpihak pada rakyat. Ini nyata, karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mengangkat kesejahteraan petani dan peternak,” ujar Amran.

Hortikultura jadi penyumbang tertinggi

Secara sektoral, subsektor hortikultura mencatat lonjakan paling signifikan. Nilai Tukar Petani di sektor ini meningkat tajam dari 119,62 pada Januari menjadi 139,57 pada Februari 2026.

Selain hortikultura, peningkatan juga terjadi pada subsektor perkebunan rakyat, peternakan, serta perikanan. Hal ini menunjukkan bahwa dampak positif program MBG tidak hanya terpusat pada satu sektor, melainkan merata di berbagai lini produksi pangan.

Ekosistem pangan makin terintegrasi

Lebih lanjut, Amran menilai program MBG telah berhasil membentuk ekosistem ekonomi pangan yang saling terhubung dari hulu hingga hilir. Mulai dari proses produksi di tingkat petani, distribusi, hingga konsumsi di masyarakat, semuanya menjadi satu kesatuan sistem yang kuat.

“Dari sawah, kandang, hingga ke dapur MBG, semuanya terhubung. Ini menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat, adil, dan berpihak pada rakyat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa meningkatnya kebutuhan terhadap komoditas pangan strategis seperti beras, telur, daging ayam, dan sayuran akan mendorong peningkatan produksi nasional. Kondisi ini sekaligus membuka peluang usaha baru, terutama di wilayah pedesaan.

“Ini akan menggerakkan ekonomi desa, meningkatkan pendapatan petani dan peternak, serta memperkuat peran UMKM di sektor pangan,” katanya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |