Redaksi Pewarta.co.id
Jumat, Mei 01, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Roblox Patuhi PP Tunas, Komdigi: Fitur Chat Anak Dinonaktifkan dan Verifikasi Wajah Diterapkan |
PEWARTA.CO.ID — Platform gim global Roblox menyatakan komitmennya untuk mengikuti aturan dalam Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah kebijakan baru, mulai dari verifikasi usia hingga pembatasan fitur komunikasi bagi pengguna anak.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut tercapai setelah melalui pembahasan panjang antara pihak pemerintah dan Roblox. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital pada Kamis (30/4/2026).
“Jadi, yang ingin kami sampaikan hari ini Roblox menyampaikan komitmen kepatuhan kepada Komdigi. Ini sebetulnya sudah dalam pembicaraan yang bolak-balik, cukup panjang. Cukup banyak detail-detail yang harus kita bicarakan sebelum kemudian menilai bahwa ini kita anggap sebagai compliance atau kepatuhan terhadap PP Tunas," ujar Meutya.
Verifikasi usia dan pembatasan komunikasi
Menurut Meutya, salah satu langkah penting yang diterapkan Roblox adalah sistem verifikasi usia yang lebih ketat. Kebijakan tersebut menyasar pengguna berusia di bawah 16 tahun yang jumlahnya diperkirakan mencapai 23 juta akun di Indonesia.
“Kami apresiasi Roblox yang sudah menyampaikan komitmen kepatuhan. Roblox sudah memulai untuk melakukan age verification atau verifikasi usia terhadap seluruh user-nya. User di bawah 16 tahun di Indonesia, tadi disampaikan oleh mereka, estimasinya ada 23 juta pemain anak, dengan kurang lebih total pemain 45 juta di Indonesia saja,” tuturnya.
Tidak hanya itu, fitur komunikasi langsung atau chat juga akan otomatis dinonaktifkan untuk akun anak yang belum menyelesaikan proses verifikasi usia maupun verifikasi wajah.
“Dari age verification itu, diwajibkan melakukan verifikasi usia. Jika tidak, chat atau fitur komunikasi langsung dimatikan. Termasuk ada kemungkinan orang di atas 16 tahun tidak melakukan verifikasi wajah, dia juga otomatis akan dimatikan fitur komunikasinya,” ucap Meutya.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan anak-anak tidak dapat berinteraksi dengan orang asing melalui platform permainan tersebut.
Konten gim dibatasi berdasarkan usia
Selain komunikasi, Roblox juga mulai menerapkan sistem pembatasan konten berdasarkan kategori usia pengguna. Dengan sistem ini, daftar permainan yang muncul untuk anak usia di bawah 13 tahun akan berbeda dengan pengguna remaja maupun dewasa.
“Fitur lainnya adalah ada pembatasan games sesuai klasifikasi usia. Jadi nanti juga games yang bisa dilihat oleh di bawah 13 tahun akan berbeda dengan yang dilihat oleh 16 tahun ke bawah, dan oleh 16 tahun ke atas. Jadi tadi kita memenuhi dua unsur yang satu. Kalau di PP Tunas itu ada komunikasi, tidak boleh ada komunikasi dengan orang tak dikenal, yang kedua adalah konten," tutur dia.
Pemerintah menilai langkah tersebut menjadi bagian penting dalam pemenuhan aspek perlindungan anak sebagaimana diatur dalam PP Tunas.
Orangtua bisa atur screen time anak
Roblox juga menghadirkan fitur screen time yang memungkinkan orangtua mengatur durasi bermain anak setiap hari. Fitur ini disiapkan sebagai upaya pencegahan kecanduan gim pada anak.
"Nah, untuk menjawab aturan PP Tunas mengenai adiksi, maka sekarang, per hari ini juga sudah ada screen time. Jadi diatur oleh orangtua, sehingga orangtua yang menyaksikan press conference ini juga sudah bisa mulai mengatur waktu atau jam bagi anak-anak memainkan games termasuk Roblox," beber Meutya.
Dengan fitur tersebut, orangtua dapat memantau sekaligus membatasi waktu bermain anak secara langsung melalui pengaturan akun.
Roblox hadirkan akun khusus anak di Indonesia
Sementara itu, VP Global Head of Public Policy Roblox, Nicky Jackson, menjelaskan bahwa Roblox juga meluncurkan dua jenis akun khusus untuk pengguna anak di Indonesia, yakni Roblox Kids dan Roblox Select.
“Roblox meluncurkan Roblox Kids dan Roblox Select di Indonesia. Ini adalah jenis akun berbasis usia untuk pengguna di bawah 16 tahun, yang akan disesuaikan secara khusus untuk Indonesia guna memenuhi PP Tunas sepenuhnya dengan katalog permainan yang sangat terbatas dan berbasis budaya serta norma Indonesia,” ungkap Nicky.
Roblox Kids diperuntukkan bagi anak usia 5 hingga 12 tahun, sedangkan Roblox Select ditujukan bagi pengguna usia 13 sampai 15 tahun.
“Roblox Kids untuk usia 5 hingga 12 tahun tidak akan memiliki fitur obrolan sama sekali. Sementara untuk Roblox Select, usia 13 hingga 15 tahun, tidak akan ada obrolan dengan orang asing dalam kondisi apa pun. Hanya orangtua yang dapat mengizinkan komunikasi dengan anggota keluarga dekat dan teman-teman, sesuai keinginan mereka,” lanjut dia.
Penerapan sistem baru tersebut akan dilakukan secara bertahap melalui proses migrasi otomatis terhadap jutaan akun anak di Indonesia.
“Kami akan memulai proses transisi otomatis bagi 23 juta akun pengguna di bawah 16 tahun di Indonesia ke akun Roblox Kids atau Roblox Select,” tutur Nicky.



















































