Anggaran MBG Dipangkas Jadi Rp268 Triliun, Menkeu Ungkap Alasan Efisiensi Program

12 hours ago 12

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Kamis, Mei 21, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Anggaran MBG Dipangkas Jadi Rp268 Triliun, Menkeu Ungkap Alasan Efisiensi Program
Anggaran MBG Dipangkas Jadi Rp268 Triliun, Menkeu Purbaya Ungkap Alasan Efisiensi Program

PEWARTA.CO.ID — Pemerintah melakukan penyesuaian terhadap pagu anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026. Nilai anggaran sementara yang sebelumnya ditargetkan Rp335 triliun kini turun menjadi Rp268 triliun.

Penyesuaian tersebut dilakukan seiring upaya efisiensi belanja yang diterapkan pemerintah dalam pengelolaan program strategis nasional tersebut.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, langkah penghematan dilakukan agar penggunaan dana oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bisa lebih optimal dan tepat sasaran.

Penyesuaian anggaran MBG masih bersifat sementara

Hingga akhir April 2026, realisasi penyerapan anggaran program MBG tercatat mencapai Rp75 triliun. Jumlah itu setara dengan sekitar 22,4 persen dari total kebutuhan anggaran yang telah dihitung pemerintah.

Purbaya menegaskan bahwa angka Rp268 triliun saat ini masih bersifat sementara dan masih memungkinkan mengalami perubahan menyesuaikan hasil evaluasi lanjutan.

“Penghematan-penghematan tertentu dilakukan sesuai ketentuan presiden sehingga dana BGN (Badan Gizi Nasional) bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut,” jelas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Ia menyebut proses penghitungan anggaran masih terus berlangsung sehingga peluang revisi tetap terbuka.

“Rp268 triliun untuk sementara. Angkanya itu dulu. Tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut, masih dihitung,” paparnya merujuk pada transkrip evaluasi anggaran.

Pemerintah klaim terbuka terhadap evaluasi publik

Purbaya juga menekankan bahwa langkah efisiensi tersebut merupakan bentuk respons pemerintah terhadap berbagai kritik, masukan, hingga evaluasi yang berkembang di masyarakat terkait pelaksanaan program MBG.

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah fokus memperbaiki tata kelola program agar penggunaan anggaran menjadi lebih efektif dan akuntabel.

“Jadi jangan nyalah-nyalahin MBG lagi. Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uang. Jadi bukan imun terhadap masukan,” kata Purbaya.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu program yang mendapat perhatian luas publik karena menyangkut kebutuhan gizi masyarakat sekaligus penggunaan anggaran negara dalam jumlah besar.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |