Gunung Semeru erupsi 13 September 2026, debu vulkanik terdeteksi hingga 15.000 kaki dan bergerak ke arah utara.
![]()
Oleh Redaksi PEWARTA
Minggu, September 13, 2026
![]() |
| Erupsi Gunung Semeru pada 13 September 2026 menghasilkan kolom abu yang teramati bergerak ke arah utara. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Erupsi Gunung Semeru pada Minggu (13/9/2026) menghasilkan sebaran debu vulkanik yang terdeteksi hingga ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,5 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat material vulkanik tersebut bergerak ke arah utara berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 pada pukul 10.00 WIB. Sebarannya teridentifikasi mencakup sebagian kecil wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.
“Sebaran debu vulkanik teridentifikasi dari Gunung Semeru hingga ketinggian 15.000 kaki (4,5 km) teramati ke arah utara, mencakup sebagian kecil Kab. Malang dan Kab Lumajang,” tulis BMKG melalui laman resminya, Minggu (13/9/2026).
Erupsi sebelumnya terjadi sekitar pukul 06.20 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan kolom abu mencapai sekitar 900 meter di atas puncak Gunung Semeru atau sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut.
Kolom erupsi terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Material abu tersebut teramati condong ke arah utara dan timur laut.
Erupsi berlangsung sekitar 2 menit
Aktivitas erupsi Gunung Semeru terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 23 milimeter. Durasi erupsi tercatat sekitar 2 menit 25 detik.
“Telah terjadi erupsi G. Semeru, Jawa Timur pada tanggal 13 September 2026 pukul 06:20 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 900 m di atas puncak (± 4.576 m di atas permukaan laut),” tulis PVMBG dalam Informasi Erupsi Gunung Semeru.
Gunung Semeru saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. PVMBG mengingatkan masyarakat untuk mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan dan mengikuti perkembangan aktivitas gunung melalui informasi resmi.



















































