Serda Ahmad Meninggal, TNI AU Tahan Terduga Pelaku dan Janji Usut Tuntas

6 hours ago 7

Serda Ahmad Muzammil Farisa meninggal dunia setelah dugaan pembinaan berlebihan. TNI AU menahan terduga pelaku dan menjanjikan proses transparan.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Minggu, September 13, 2026

TNI AU tahan terduga pelaku dalam kasus kematian Serda Ahmad Muzammil Farisa
TNI AU menahan terduga pelaku dalam perkara yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammil Farisa meninggal dunia. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — TNI Angkatan Udara menahan terduga pelaku dalam perkara yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammil Farisa meninggal dunia pada Kamis (10/9/2026). Pusat Polisi Militer TNI AU (Puspomau) memastikan kasus tersebut akan diproses hingga seluruh fakta terungkap.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan pihak yang diduga terlibat telah ditahan. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai bagian dari dugaan pembinaan yang dilakukan secara berlebihan.

”Sudah ditahan (pelakunya), (korban) bukan dianiaya tapi diadakan pembinaan,” kata Nyoman, Sabtu (12/9/2026).

TNI AU kumpulkan alat bukti

Nyoman menegaskan TNI AU berkomitmen mengusut perkara tersebut secara transparan. Pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti akan dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang berujung pada meninggalnya Serda Ahmad.

TNI AU memastikan prajurit yang terbukti terlibat akan dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

”Prajurit yang terbukti terlibat akan dimintai pertanggungjawaban dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Nyoman, TNI AU tidak memberikan ruang bagi tindakan yang melanggar hukum, terlebih apabila tindakan tersebut sampai menyebabkan hilangnya nyawa.

Seluruh proses pemeriksaan disebut akan berlangsung tanpa intervensi dengan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan. TNI AU juga menegaskan penanganan perkara dilakukan secara adil dan terbuka.

”Dengan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya.

Serda Ahmad disebut mengalami pembinaan oleh senior

Sebelumnya, beredar informasi bahwa Serda Ahmad diduga meninggal setelah mengalami tindakan kekerasan dari sejumlah seniornya di Mess Psikologi Galaksi, Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Namun, pernyataan resmi TNI AU menyebut peristiwa tersebut sebagai dugaan pembinaan berlebihan. Perbedaan penyebutan tersebut akan menjadi bagian dari proses pemeriksaan dan pembuktian yang sedang dilakukan Puspomau.

Kasus ini masih dalam penanganan aparat internal TNI AU untuk memastikan kronologi, pihak yang terlibat, serta bentuk tindakan yang terjadi sebelum Serda Ahmad meninggal dunia.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |