Viral Video Perobekan Bendera Merah Putih di MAN 1 Padang, Begini Faktanya

1 week ago 24

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Minggu, Agustus 17, 2025

Perkecil teks Perbesar teks

Viral Video Perobekan Bendera Merah Putih di MAN 1 Padang
Viral Video Perobekan Bendera Merah Putih di MAN 1 Padang.

PEWARTA.CO.ID — Jagat media sosial digemparkan dengan beredarnya video perobekan bendera Merah Putih di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Padang.

Tayangan singkat itu menuai kecaman publik dan memicu polemik lantaran dianggap menyinggung simbol negara. Menyikapi kegaduhan tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Barat akhirnya buka suara untuk meluruskan duduk perkara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Edison, menjelaskan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kemenag Kota Padang serta pihak sekolah untuk menelusuri peristiwa di balik video tersebut.

Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa aksi yang terekam bukanlah bentuk pelecehan, melainkan bagian dari kegiatan ujian kenaikan tingkat Pramuka Bantara yang digelar pada Jumat (15/8/2025).

Ujian tersebut diikuti 37 siswa, salah satunya berisi simulasi pemahaman ideologi tentang bendera Merah Putih sebagai lambang negara. Dalam simulasi, siswa diminta memahami aturan penggunaan bendera, termasuk larangan memperlakukannya secara sembarangan.

“Apabila siswa memahami aturan, tentu mereka tidak akan melakukan tindakan seperti di video tersebut,” ujar Edison di Kantor Kanwil Kemenag Sumbar, Sabtu malam (16/8/2025).

Edison menegaskan bahwa siswa yang tampak merobek bendera dalam video dinyatakan tidak lulus ujian. Kepala madrasah juga langsung menindaklanjuti insiden itu sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ia menambahkan, hasil kajian menyeluruh menyimpulkan tidak ada unsur pelecehan terhadap bendera Merah Putih. Namun, karena video yang tersebar tidak disertai penjelasan, publik kemudian salah menafsirkan konteks kejadian.

“Kami sudah meminta surat resmi dari kepala madrasah mengenai kejadian ini. Kepala MAN 1 Padang juga menyampaikan permohonan maaf karena video yang beredar telah menimbulkan pemahaman keliru,” jelas Edison.

Kemenag menyebut, kasus ini menjadi evaluasi penting bagi lembaga pendidikan agar memperkuat pemahaman siswa mengenai makna bendera sebagai simbol negara yang wajib dijaga dan dihormati.

Sebelumnya, video berdurasi singkat itu memperlihatkan seorang siswa merobek pinggiran bendera Merah Putih dengan pisau kater. Potongan adegan tersebut lantas viral di media sosial dan memicu kritik keras dari masyarakat, sebelum akhirnya terungkap fakta sebenarnya dari pihak berwenang.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |