Redaksi Pewarta.co.id
Selasa, Agustus 26, 2025
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
Penggalangan donasi dari warga Pati untuk rencana aksi di KPK. (Foto: Dok. Tirto.id) |
PEWARTA.CO.ID — Gelombang dukungan masyarakat Kabupaten Pati untuk aksi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta kian menguat.
Hingga Minggu (24/8/2025) malam, donasi warga Pati telah mencapai Rp148,6 juta.
Dana ini diproyeksikan untuk membiayai keberangkatan massa yang akan mendesak pengusutan dugaan korupsi proyek jalur kereta api yang menyeret nama Bupati Pati, Sudewo.
Penggalangan dana ini akan terus dibuka hingga akhir bulan, sehingga jumlahnya diperkirakan akan bertambah signifikan.
Aksi dijadwalkan berlangsung pada 2–3 September 2025 di Gedung Merah Putih KPK.
Melansir Tirto.id, pantauan di lokasi pada Senin siang menunjukkan antusiasme tinggi dari warga yang datang silih berganti untuk memberikan sumbangan.
Mereka menyumbang secara sukarela, mulai dari pecahan kecil hingga nominal yang lebih besar, sesuai kemampuan masing-masing.
Salah satu warga, Kartini (65), pedagang nasi uduk dari Kecamatan Wedarijaksa, menyempatkan diri datang bersama suaminya untuk menyerahkan donasi. Ia tampak memasukkan beberapa lembar uang pecahan Rp5 ribuan ke dalam kotak sumbangan.
"Ya, ikut nyumbang. Mudah-mudahan berhasil. Semoga Sudewo dihukum. Kan [diduga] korupsi," ujarnya penuh semangat.
Hal serupa dilakukan oleh Mawardi, warga Pati Kota. Dengan antusias, ia menyumbangkan sejumlah uang dari dompetnya sebagai bentuk dukungan.
"Saya nggak bisa ikut ke KPK, bisanya nyumbang ya nyumbang, semampu saya," ungkapnya.
Aksi penggalangan dana ini diinisiasi oleh kelompok yang menamakan diri sebagai Aliansi Masyarakat Pati Bersatu.
Teguh Istiyanto, salah satu perwakilan aliansi, menyebutkan bahwa dana tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk keperluan aksi, termasuk transportasi dan konsumsi peserta.
"Donasi itu akan kami gunakan untuk menyewa bus, juga untuk makan orang-orang yang ikut aksi di sana," jelas Teguh saat ditemui di depan Kantor Bupati, Senin (25/8/2025).
Dengan donasi yang sudah terkumpul, aliansi memperkirakan dapat menyewa sedikitnya 10 armada bus untuk mengangkut sekitar 500 orang menuju KPK. Jika dana terus bertambah, jumlah armada akan disesuaikan.
"Nanti menjelang H-2 kami pastikan lagi jumlah armadanya karena donasi masih terus mengalir," tambahnya.