Ngeri! Begini Cara Cacing Masuk ke Tubuh dan Picu Infeksi Mematikan

1 week ago 21

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Sabtu, Agustus 23, 2025

Perkecil teks Perbesar teks

Ngeri! Begini Cara Cacing Masuk ke Tubuh dan Picu Infeksi Mematikan
Ngeri! Begini Cara Cacing Masuk ke Tubuh dan Picu Infeksi Mematikan

PEWARTA.CO.ID — Kasus meninggalnya balita bernama Raya akibat infeksi cacing gelang menggemparkan publik. Infeksi ini bukan hanya memicu keprihatinan, tetapi juga menimbulkan kesadaran akan bahaya cacingan yang sering diremehkan.

Masuknya cacing ke dalam tubuh bukanlah kasus langka, namun dapat berdampak serius pada kesehatan, terutama pada anak-anak yang sistem imunnya belum sempurna. Bahkan, dalam kasus tertentu, infeksi ini bisa berujung fatal seperti yang dialami Raya.

Menurut Cleveland Clinic, parasit seperti cacing merupakan organisme yang hidup dengan memanfaatkan tubuh inang. Mereka mendapatkan nutrisi sekaligus tempat berkembang biak di dalam tubuh manusia, serta mencari cara untuk menyebar ke inang lain demi mempertahankan siklus hidupnya.

Cara cacing masuk ke tubuh

Proses masuknya cacing ke tubuh manusia dapat melalui beberapa cara. Jalur yang paling umum adalah melalui mulut akibat mengonsumsi makanan, air, atau tanah yang terkontaminasi.

Mekanisme ini dikenal sebagai kontaminasi fekal-oral, di mana telur atau larva cacing tertelan tanpa disadari karena kontak dengan feses yang terinfeksi.

Selain itu, ada pula cacing yang dapat menembus kulit secara langsung. Kasus ini kerap terjadi pada cacing tambang dan cacing pipih yang masuk melalui telapak kaki saat seseorang berjalan tanpa alas kaki di tanah terkontaminasi, atau saat berenang di air yang tidak bersih.

Tak hanya itu, telur cacing juga dapat menempel pada benda-benda sehari-hari seperti mainan anak, gagang pintu, bahkan partikel debu. Jika tangan yang terkontaminasi tidak dibersihkan dengan baik sebelum menyentuh mulut, risiko infeksi meningkat drastis.

Dampak cacing masuk ke tubuh

Setelah berhasil masuk, cacing parasit dapat memicu berbagai gejala tergantung pada jenisnya dan lokasi infeksi.

Gejala umum meliputi sakit perut, diare, mual, muntah, hingga penurunan berat badan. Dalam kasus yang lebih parah, cacing dapat bermigrasi ke organ vital dan menimbulkan komplikasi serius.

Cacing gelang (Ascaris lumbricoides) dan cacing pita, misalnya, seringkali masuk melalui makanan atau air yang tidak higienis.

Sementara itu, cacing tambang memiliki kemampuan menembus kulit dan bermigrasi melalui aliran darah menuju paru-paru.

Perjalanan larva ini dapat menimbulkan batuk, demam, hingga gangguan pernapasan sebelum akhirnya menetap di usus.

Infeksi parasit kronis juga dapat memicu anemia karena kehilangan darah dalam usus, terutama pada infeksi cacing tambang.

Pada anak-anak, kondisi ini dapat menghambat penyerapan nutrisi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan, sehingga meningkatkan risiko malnutrisi.

Dalam kasus tertentu, larva dapat bermigrasi ke organ-organ penting seperti hati, paru-paru, bahkan otak, yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan masalah kesehatan jangka panjang.

Waspada dan selalu menjaga kebersihan

Para ahli kesehatan menegaskan bahwa infeksi cacing dapat dicegah melalui pola hidup bersih, termasuk mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet, memasak makanan hingga matang sempurna, serta memastikan air yang dikonsumsi layak minum.

Kasus tragis yang dialami Raya menjadi pengingat bahwa cacingan bukanlah masalah sepele.

Dengan menjaga kebersihan dan meningkatkan kesadaran akan jalur masuknya cacing, risiko infeksi dapat diminimalisasi, terutama pada anak-anak yang lebih rentan terhadap dampaknya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |