Tokoh Lintas Agama dan Puluhan Ribu Jemaah Istiqlal Teguhkan Ikrar Bela Negara di Zikir Nasional 2025

2 weeks ago 35

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Senin, Agustus 11, 2025

Perkecil teks Perbesar teks

Tokoh Lintas Agama dan Puluhan Ribu Jemaah Istiqlal Teguhkan Ikrar Bela Negara di Zikir Nasional 2025
Kegiatan Zikir Nasional dan Ikran Bela Negara yang digelar di Masjid Istiqlal, Minggu (10/8) malam. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Istiqlal Jakarta pada Minggu malam ketika tokoh lintas agama berdiri bersama puluhan ribu jemaah Jatma Aswaja untuk membacakan Ikrar Bela Negara.

Momen ini menjadi simbol persatuan, toleransi, dan semangat menjaga keutuhan NKRI di tengah keberagaman.

Romo Aloysius Budi Purnomo, mewakili para tokoh agama, memimpin pembacaan ikrar tersebut dengan penuh keyakinan.

"Ikrar Bela Negara dalam semangat persatuan bangsa dan rasa cinta Tanah Air yang berlandaskan nilai-nilai luhur kemanusiaan. Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, kami seluruh putra dan putri bangsa Indonesia menyatakan ikrar," ujarnya di hadapan lautan jemaah yang memenuhi area masjid.

Dalam ikrar tersebut, terdapat tiga poin utama. Pertama, kesetiaan kepada Pancasila dan UUD 1945 serta kesiapan menjaga dan mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai wujud nyata cinta Tanah Air.

Kedua, komitmen untuk memelihara sikap moderat dalam kehidupan beragama, menolak segala bentuk ekstremisme, dan menentang kekerasan atas nama agama atau ideologi apa pun.

“Ketiga, menjaga toleransi dan saling menghormati antarumat beragama dan kepercayaan, mempererat persaudaraan kebangsaan, kemanusiaan, dan keimanan demi keutuhan bangsa,” tambah Romo Aloysius.

Baca juga: Zikir Nasional 2025, Menag Ajak Jadikan Indonesia ‘Rumah Besar’ untuk Semua Umat Beragama

Acara ini juga dihadiri perwakilan berbagai agama seperti Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Selain tokoh lintas agama, hadir pula pejabat negara, termasuk beberapa menteri.

"Dengan memohon bimbingan Tuhan Yang Maha Esa, kami teguhkan ikrar ini sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kami kepada agama, bangsa, dan negara," lanjutnya, diikuti dengan lantunan suara bulat puluhan ribu jemaah yang menggemakan semangat persatuan.

Di kesempatan yang sama, Habib Luthfi bin Yahya memberikan pesan mendalam tentang cara menjaga keutuhan NKRI. Ia menekankan pentingnya meneladani hikmah wudu sebagai bentuk pengendalian diri dalam kehidupan berbangsa.

"Inilah untuk menunjukkan kekuatan Indonesia yang tidak bisa dipecah belah. Kalau kita bisa menjaga hasil wudu, mata ini tidak akan melihat satu aib untuk membuka aibnya saudaranya sendiri, aibnya umat, aibnya bangsa, mata ini akan menjaga hal itu," ungkapnya.

"Mulut kita karena sering terkena air wudu juga terjaga dari omongan-omongan yang akan mengadu domba antarumat, bangsa ini sehingga timbul satu perpecahan-perpecahan yang hingga menggoyahkan NKRI. Apabila kita mau meneladani hikmah wudu sampai ke telinga, telinga itu pun akan mempunyai filter yang luar biasa, tidak mudah menerima hoaks, yang berdampak memecah belah umat dan bangsa," tambahnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |