Zikir Nasional 2025, Menag Ajak Jadikan Indonesia ‘Rumah Besar’ untuk Semua Umat Beragama

2 weeks ago 32

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Senin, Agustus 11, 2025

Perkecil teks Perbesar teks

Zikir Nasional 2025, Menag Ajak Jadikan Indonesia ‘Rumah Besar’ untuk Semua Umat Beragama
Kegiatan Zikir Nasional yang digelar Minggu (10/8) malam. (Dok. Tangkapan layar YouTube/Sekretariat Presiden)

PEWARTA.CO.ID — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerukan persatuan dan toleransi antarumat beragama dalam acara Zikir Nasional dan Ikrar Bela Negara yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (10/8/2025) malam.

Dalam momentum ini, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Indonesia sebagai rumah besar bagi seluruh pemeluk agama.

"Mari kita menjadikan Indonesia ini sebagai rumah besar bagi umat beragama, rumah besar untuk kita semuanya," ujarnya di hadapan jamaah dan tokoh lintas agama yang hadir.

Menurut Nasaruddin, acara tersebut bukan sekadar kegiatan zikir, tetapi juga menjadi simbol pertemuan dan penyatuan nilai-nilai agama, bangsa, serta spiritualitas. Ia menggambarkannya sebagai sebuah “perkawinan” antara syariah dan tasawuf, yang ditandai dengan peresmian organisasi tarekat.

"Barang siapa berfikih tak bertasawuf maka itu adalah fasik, rusak, tetapi barang siapa bertasawuf tapi tidak berfikih maka itu zindiq, rusak juga. Barang siapa menggabungkan keduanya maka itulah yang benar," sambungnya.

Malam itu, suasana semakin khidmat ketika Nasaruddin mengaitkan peringatan HUT ke-80 RI dengan makna Masjid Istiqlal. Menurutnya, Istiqlal yang berarti kemerdekaan tidak hanya menjadi simbol umat Islam, tetapi juga menjadi rumah besar bagi kemanusiaan secara universal.

Ia mencontohkan teladan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang pernah mengundang 60 tokoh lintas agama, dipimpin oleh Abdul Masih, untuk hadir di masjid. Praktik ini, kata Nasaruddin, menjadi inspirasi bagi kehadiran tokoh-tokoh berbagai agama di Masjid Istiqlal malam itu.

"Jadi apa yang kita lakukan di Masjid Istiqlal ini, kehadiran tokoh-tokoh agama lain itu sesungguhnya mengikuti ajaran Rasulullah," jelasnya.

Menag menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban sebuah negeri akan mempengaruhi perkembangan kehidupan beragama. Semakin tenteram sebuah negara, semakin baik pula umat beragama dalam menjalankan ajarannya.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap ajaran agama untuk mengurangi gesekan dan perbedaan yang kerap muncul di masyarakat.

"Namun, kalau dangkal pemahaman agama kita masing-masing, maka sangat mudah kita menemukan perbedaan antara satu agama dengan agama yang lain," ungkapnya.

Menutup sambutannya, Menag kembali mengajak semua pihak membuktikan bahwa kemajemukan bukanlah sumber konflik.

"Mari berikan bukti bahwa kemajemukan, pluralitas itu tidak berarti di situ di dalamnya ada persoalan konflik. Mempertemukan antara penghuni langit dan penghuni bumi," pungkasnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |