Hammad Hendra
Rabu, April 02, 2025
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
Pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Komodo mulai uji coba insenerator ramah lingkungan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Dok. ANTARA) |
Labuan Bajo, Pewarta.co.id – Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, kini tengah menguji coba teknologi insinerator yang diklaim lebih ramah lingkungan.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan pengelolaan limbah operasional secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Executive Vice President (EVP) HSSE, Doddy Pangaribuan, menyampaikan bahwa pengujian insinerator ini bertujuan untuk mengolah limbah hasil operasional pembangkit listrik dengan lebih optimal, sehingga dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
“Insinerator ini diharapkan dapat mengolah limbah yang dihasilkan dari operasional PLTD dengan lebih efisien, mengurangi potensi pencemaran lingkungan, dan menjaga kebersihan di sekitar area pembangkit,” ujarnya.
Menurut Doddy, penggunaan insinerator ini merupakan langkah konkret dalam mendukung kebijakan perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Pihaknya terus berupaya meningkatkan standar operasional agar sejalan dengan regulasi lingkungan yang berlaku.
“Kami berupaya untuk terus meningkatkan standar operasional dan memastikan bahwa setiap fasilitas yang digunakan sesuai dengan regulasi lingkungan yang berlaku,” tambahnya.
Sementara itu, Manager Unit Layanan Pusat Listrik Ende, Agung Subangun, mengungkapkan bahwa keberadaan insinerator ini memiliki peran penting dalam memastikan operasional PLTD tetap bersih, efisien, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
PLN berharap bahwa teknologi insinerator ini dapat mengoptimalkan pengelolaan limbah di PLTD Komodo, sehingga tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Dengan demikian, pembangkit listrik ini bisa tetap beroperasi secara maksimal tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.
Di samping manfaat lingkungan, insinerator juga diharapkan mampu meningkatkan kelancaran operasional PLTD Komodo.
Dengan pengelolaan limbah yang lebih efektif, pembangkit dapat berfungsi tanpa gangguan akibat permasalahan limbah.
Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menghadirkan energi yang andal dan berkelanjutan.
Keberhasilan implementasi insinerator ini juga berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk tim teknis dan operasional yang bertanggung jawab atas kelancaran penggunaannya.
Doddy Pangaribuan mengapresiasi kerja keras seluruh tim dalam memastikan teknologi ini dapat berfungsi secara optimal.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh tim dalam mengimplementasikan teknologi ini. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kami optimis bahwa pengelolaan limbah di PLTD Komodo akan semakin baik di masa depan,” tambahnya.
Diharapkan, penerapan teknologi ini dapat menjadi contoh bagi pembangkit listrik lainnya dalam menerapkan sistem yang lebih ramah lingkungan.
Inovasi ini tidak hanya menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar dengan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.