Nimas Taurina
Jumat, April 04, 2025
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
KAI Services gandeng 12 lembaga pendidikan tingkatkan kualitas rekrutmen. (Dok. ANTARA). |
PEWARTA.CO.ID - KAI Services menjalin kerja sama dengan 12 lembaga pendidikan guna meningkatkan kualitas rekrutmen sumber daya manusia (SDM). Langkah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja terlatih dan profesional di sektor transportasi kereta api.
Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, menegaskan bahwa perusahaan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi penumpang. Salah satu strategi yang diterapkan adalah peningkatan kompetensi SDM melalui kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan dan pelatihan.
"Sebagai bagian dari komitmen tersebut, KAI Services menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan guna mendapatkan tenaga kerja yang terlatih dan profesional," kata Firhan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/4/2025).
Dalam upaya tersebut, KAI Services telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan 12 lembaga pendidikan dan pelatihan yang terdiri dari tiga perguruan tinggi dan sembilan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS). Institusi tersebut antara lain Universitas Binawan (Binawan Cabin Crew Academy), Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan, serta beberapa LPKS lainnya seperti LKP Jogja Flight Indonesia, PT Anugerah Wira Angkasa Indonesia, dan LPK Neo Aviation School.
Firhan menekankan bahwa kerja sama ini bertujuan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja KAI Services, tetapi juga sebagai peluang karier bagi lulusan lembaga pendidikan tersebut.
Sebagai bentuk implementasi nyata dari kerja sama ini, KAI Services akan mengadakan rekrutmen pramugara dan pramugari melalui sistem walk-in interview pada 7-15 April 2025 di berbagai lokasi yang berafiliasi dengan lembaga pendidikan tersebut.
"Penambahan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan layanan dan meningkatkan jumlah pramugara serta pramugari KAI Services menjadi 2.115 orang," ujar Firhan.
Dengan sistem walk-in interview, KAI Services menargetkan perekrutan sekitar 1.100 orang untuk posisi train attendant. Diharapkan langkah ini dapat mempercepat proses seleksi dan meningkatkan standar pelayanan bagi penumpang.
Lebih lanjut, Firhan menambahkan bahwa peningkatan kualitas rekrutmen ini sejalan dengan program transformasi SDM KAI serta visi pemerintah dalam Asta Cita Presiden 2024-2029, khususnya dalam hal peningkatan tenaga kerja sektor transportasi.
"Dengan adanya kerja sama ini, KAI Services berharap dapat mencetak tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu memberikan pelayanan sepenuh hati kepada penumpang, sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan dan mendukung citra positif layanan kereta api di Indonesia," tutupnya.