Nimas Taurina
Kamis, April 03, 2025
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
Sejumlah penumpang KRL Commuter Line tiba di Stasiun Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Senin (3/1/2022). (Dok. ANTARA). |
PEWARTA.CO.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengungkapkan bahwa kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan sejak 24 Maret 2025 berkontribusi besar dalam memperlancar arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Dengan sistem kerja yang lebih fleksibel, kepadatan penumpang dapat terdistribusi lebih merata, sehingga tidak terjadi lonjakan signifikan pada hari-hari tertentu.
"KAI mencatat kelancaran arus balik Lebaran 2025 berkat kebijakan WFA yang diterapkan pemerintah sejak 24 Maret 2025," kata Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/4/2025).
Dengan kebijakan WFA yang mulai berlaku sejak 24 Maret 2025, pergerakan penumpang lebih tersebar. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah pengguna jasa kereta api sebelum WFA diberlakukan. Pada 21 Maret 2025, tercatat 170.556 penumpang menggunakan kereta api, lalu meningkat menjadi 174.505 penumpang pada 22 Maret 2025. Jumlah ini mencapai puncaknya pada 23 Maret 2025 dengan 183.123 penumpang.
"Setelah itu, pergerakan penumpang tetap stabil tanpa lonjakan signifikan, membuktikan bahwa kebijakan ini membantu mendistribusikan perjalanan dengan lebih baik," tambah Anne.
Kebijakan WFA juga berdampak positif pada arus balik Lebaran, dengan banyak pemudik yang memilih kembali lebih awal menggunakan kereta api. Pada 1 April 2025, jumlah penumpang tercatat mencapai 252.898 orang dalam sehari, terdiri dari 205.725 penumpang KA Jarak Jauh (KA JJ) dan 47.173 penumpang KA Lokal. Tren ini berlanjut keesokan harinya, dengan total 274.186 penumpang, termasuk 223.221 penumpang KA JJ dan 50.965 penumpang KA Lokal.
Sementara itu, pada 3 April 2025, berdasarkan data hingga pukul 07.00 WIB, jumlah penumpang yang terjadwal bepergian mencapai 232.399 orang, terdiri dari 197.593 penumpang KA JJ dan 34.806 penumpang KA Lokal.
Hingga 3 April 2025 pukul 07.00 WIB, KAI mencatat telah menjual 3.872.675 tiket atau sekitar 84,34 persen dari total kapasitas yang tersedia. Dari jumlah ini, tiket KA Jarak Jauh yang terjual mencapai 3.344.297 tiket dengan tingkat okupansi 97,11 persen, sementara tiket KA Lokal yang terjual sebanyak 528.378 tiket atau 46,04 persen dari kapasitas yang tersedia.
Berdasarkan data kumulatif dari 21 Maret hingga 2 April 2025 pukul 24.00 WIB, total 2.555.404 orang telah menggunakan layanan kereta api, baik KA Jarak Jauh maupun KA Lokal yang dioperasikan KAI.
Anne menekankan bahwa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kepadatan penumpang tahun ini lebih terkendali karena tidak terjadi lonjakan mendadak pada hari tertentu. Dengan adanya WFA, pemudik memiliki fleksibilitas dalam menentukan waktu perjalanan mereka.
"Ini membuktikan bahwa kebijakan WFA berdampak positif tidak hanya pada arus mudik, tetapi juga pada arus balik Lebaran tahun ini,” ujar Anne.